Jumlah Koperasi Bertambah Di Kaltim

oleh
oleh

Jumlah koperasi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seperti terlihat dari data 2008 sebanyak 3.828 unit, 2009 menjadi 5.338 unit dan akhir 2010 bertambah menjadi 5.517 unit. <p style="text-align: justify;">"Selain koperasi bertambah, jumlah anggotanya juga mengalami peningkatan, dari 795.610 pada 2009 menjadi 803.566 orang pada 2010 atau naik 0,99 persen," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kaltim M Djaelani di Samarinda, Minggu.<br /><br />Djaelani yang didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri Rodi Ahnadi ini mengatakan, pada sektor industri usaha kecil dan menengah tumbuh sebanyak 17.929 unit usaha mikro,377.413 unit usaha kecil, dan terdapat 833 unit usaha menengah.<br /><br />Sedangkan klasifikasi usaha terdiri dari 313.325 unit usaha bergerak di sektor industri, 49.764 unit usaha bidang perdagangan dan 33.086 usaha di sektor jasa.<br /><br />Sementara kontribusi terhadap nilai ekspor hingga 2010 yang disumbangkan unit ini sebesar Rp406 juta, atau sebanyak 3,13 persen dari total ekspor non migas Kaltim.<br /><br />Dia juga menyinggung tentang pergerakan industri kecil dan menengah di Kaltim yang juga terus tumbuh, atau naik sebanyak 247 unit usaha, kemudian tenaga kerjanya juga bertambah sebanyak 5.374 orang.<br /><br />Selanjutnya perkembangan industri besar naik 0,76 persen, atau bertambah 1 unit usaha dengan pertambahan tenaga kerja mencapai 507 orang atau naik 0,83 persen, serta investasi meningkat sebesar Rp14,52 juta atau naik 7,14 persen.<br /><br />Bertambahnya jumlah koperasi tersebut karena dipacu adanya kebijakan dan kemudahan akses permodalan yang disediakan oleh Pemprov Kaltim dan daerah, serta terbukanya peluang usaha sektor perkebunan, pertanian dan perikanan yang bermitra dengan koperasi.<br /><br />"Kita semua berharap, dengan bertambahnya jumlah koperasi ini, maka akan dapat lebih mendorong terwujudnya koperasi yang berkualitas dan menjadikan Kaltim sebagai provinsi koperasi," katanya.<br /><br />Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah dalam revitalisasi koperasi, diarahkan pada upaya menciptakan peluang usaha bagi sektor riil, usaha kecil, menengah serta usaha yang tergabung dalam koperasi.<br /><br />Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah, memotivasi masyarakat untuk memberdayakan potensi dan kemandiriannya melalui koperasi. Melalui koperasi akan terbangun kemandirian masyarakat sehingga menjadi lebih sejahtera dan berkualitas. <strong>(phs/Ant)</strong></p>