Jumlah Penduduk Miskin Kalteng Bertambah 3.116 Orang

oleh
oleh

umlah penduduk miskin di provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) September 2011 sebanyak 150.021 orang (6,64) persen dari 2,2 juta penduduk daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">"Pada Maret 2011, jumlah penduduk miskin di Kalteng sebanyak 146.905 orang (6,56 persen). Ini berarti mengalami penambahan sebanyak 3.116 orang," kata Kepala BPS Kalteng, Drs Panusunan Siregar, di Palangka Raya, Sabtu.<br /><br />Menurut Panusunan Siregar, selama periode Maret-September 2011 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sebanyak 1.073 orang atau mengalami penurunan 0,17 persen dari 3,91 persen menjadi 3,74 persen.<br /><br />"Sedangkan di daerah perdesaan justru mengalami penambahan sebesar 4.189 orang, dimana secara relatif persentase di daerah perdesaan naik 0,21 persen dari 7.89 persen menjadi 8,10 persen," ujarnya.<br /><br />Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret-September 2011, tampaknya dipengaruhi tinggiya inflasi pada September 2011 mencapai 0,96 persen, sedangkan Maret 2011 mengalami deflasi sebesar 0,26 persen.<br /><br />Garis kemiskinan dipergunakan sebagai batas untuk mementukan kemiskinan atau tidaknya seseorang. Penduduk miskin adalah, penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan.<br /><br />"Jadi besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan," tambahnya.<br /><br />Selama Maret-September 2011, garis kemiskinan naik sebesar 6,09 persen, yakni dari Rp241.525/kapita/bulan pada Maret 2011 menjadi Rp256.245/kapita/bulan pada September 2011.<br /><br />Peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibanding komoditi non makanan seperti perumahan, sandang, pendidiikan, dan kesehatan. Pada September 2011 sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan cukup besar, yakni 80,75 persen.<br /><br />Sedangkan sumbangan garis kemiskinan bukan makanan terhadap garis kemiskinan hanya sebesar 19,25 persen. Garis kemiskinan daerah perkotaan mencapai Rp 259.917/kapita/bulan, lebih tinggi dari garis kemiskinan daerah perdesaan yang hanya sebesar 254.399. <strong>(phs/Ant)</strong></p>