Jumlah Petani semakin berkurang, Tanda Kemerosotan Pertanian di Indonesia ?

oleh


Oleh: Putri Dwi Cahyaningrum

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa jumlah petani di Indonesia semakin lama semakin menurun terlihat pada tahun 2017 jumlah petani yang ada di Indonesia sebanyak 39,7 juta namun pada tahun 2018 jumlah petani menurun menjadi 33,48 juta.

Apabila jumlah petani dari tahun ketahun semakin menurun dikhawatirkan memengaruhi kemajuan sektor pertanian yang ada di Indonesia apalagi sektor pertanian adalah salah satu kekuatan terbesar dalam menopang perekonomian nasioonal .

Lalu apakah penurunan jumlah petani ini merupakan tanda kemerosotan pertanian di Indonesia?

Salah satu faktor penyebab turunnya jumlah petani di Indonesia adalah adanya kemajuan tekonlogi di bidang pertanian yang menyebabkan tenaga kerja pertanian yang dibutuhkan
semakin berkurang.

Misalnya, dulu sebelum ditemukannya alat panen yang menggunakan mesin, dibutuhkan 6 orang untuk memanen satu petak sawah, namun sekarang setelah ada alat panen yang menggunakan mesin maka hanya dibutuhkan paling banyak 2 orang untuk memanen 1 petak sawah.

Dari sini bisa kita lihat penurunan jumlah petani belum tentu merupakan awal dari kemerosotan pertanian di Indonesia.

Faktor lain yang memengaruhi penurunan jumlah petani di Indonesia adalah luas lahan sawah yang semakin berkurang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2018 luas panen padi sebesar 10.903.835 ha, padahal pada tahun 2015 luas panen padi sebesar 14.116.638 ha.

Dari sini bisa kita lihat bahwa dalam kurun aktu 3 tahun luas lahan padi berkurang lebih dari 2 juta hektar. Kalau hal ini terus menerus dibiarkan maka semakin lama lahan pertanian akan semakin habis dan petani kehilangan pekerjaannya.

Bisa jadi ini menjadi awal kemerosotan pertanian di Indonesia.

Pemerintah diharapkan bisa menjaga lahan pertanian yang ada di Indonesia. Meskipun penurunan jumlah petani belum tentu karena lahan yang semakin berkurang namun lahan pertanian merupakan poin penting dalam perkembangan pertanian.

Menurunnya jumlah petani bisa merupakan awal yang bagus ketika diikuti oleh perkembangan teknologi di bidang pertanian, tapi bisa juga menjadi awal yang buruk ketika penurunan itu disebabkan karena pengurangan lahan pertanian, hilangnya minat untuk menjadi petani. (*)