Kabut Mulai Menghilang, BLH Turunkan Status Tanggap Darurat Asap

oleh

Menyusul sudah turunya hujan di sejumlah wilayah di kabupaten Sintang beberapa waktu terahir ini, membuat Kondisi udara berangsur membaik. <p style="text-align: justify;"><br />Status tanggap darurat asap yang ditetapkan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang beberapa waktu yang lalu, kini sudah diturunkan menjadi siaga asap.<br /><br />Kepala BLH Kabupaten Sintang, Hendri Harahap menjelaskan, hasil uji udara sejak lima hari terahir yang dilakukan oleh pihaknya sudah menunjukkan perubahan kualitas udara semakin membaik.<br /><br />"Artinya dengan turunya hujan, alhamdulilah kondisi udara kita sudah membaik,  terahir, hasil uji udara yang kita lakukan, angkanya yakni  160 per miligram, artinya kondisi ini, sudah hijau," jelasnya.<br /><br />Kondisi ini, menurut mantan Kabag Pertanahan ini, warga sudah aman untuk  beraktifitas keluar rumah dan sudah boleh berjalan tanpa masker.<br /><br />"Tapi sebaiknya, kalau bisa tetap gunkan masker, karena masker ini tujuannya bukan hanya untuk memfilter udara dari kabut asap, tapi juga bertujuan untuk memfilter debu-debu jalan," katanya.<br /><br />Ia kembali menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) PJ Bupati Sintang, Pemeriksaan kualitas udara akan terus dilakukan sampai tanggal 10 Oktober. <br /><br />"Jadi, untuk tanggap darurat kabut asap, batas akhir pemeriksaan udara, sesuai SK Pj Bupati, yakni samapi tanggal 10 Oktoberini," katanya. <br /><br />Menurutnya, perubahan status tanggap darurat asap menjadi siaga asap, tidak sampai satu bulan.<br /><br />Ia pun menjelaskan, adapun kualitas udara yang mesti diwaspadai  yakin ketika mencapai angka 220-230, per miligram.<br /><br />"Jika kondisinya seperti ini, kualitas udara sudah berwarnanya kuning, artinya itu sudah harus berhati-hati," kata dia.<br /><br />Guna mencegah kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada pencemaran udara seperti kabut asap  yang terjadi belum lama ini, khususnya di kabupaten Sintang, hendri secara tegas mengaku sudah menyurati perusahaan Untuk tidak  melakukan pembakaran hutan dan lahan. <br /><br />Menurutnya, kabut asap yang turut menyelimuti kabupaten sintang beberapa waktu yang lalu, kebanyakan merupakan asap kiriman.<br /><br />"Karena di sintang ini, titik api tidak banyak, kalau dilihat dari arah angin, asap ini dikirim dari ketapang," katanya. (KN)</p>