Kadin Keluhkan Rumitnya Aturan di Entikong

oleh

Wakil ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Endang Kusmayadi mengatakan, pihaknya merasa dipersulit aturan ketika hedak memulai pembangunan Bandar Entikong Jaya (BEJ) di wilayah Perbatasan Kabupaten Sanggau. Sehingga memerlukan peran serta pemerintah pusat agar aturan yang dibuat tidak mempersulit investor yang berniat membangun wilayah ini. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan Endang Kusmayadi, ketika menyertai kunjungan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fawzi ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong Kabupaten Sanggau, Rabu (1/6). Dirinya mengatakan pihak Kadin sudah berulang kali datang ke Entikong untuk melihat peta wilayah yang akan dibangun oleh pihak kadin dengan total dana mencapai US$ 2000 atau sekitar Rp 1,5 triliun.<br /><br />“Momen ini sekaligus laporan kami Kadin kepada bapak menteri pasca dua kali kunjungan kami ke Entikong untuk persiapan pelaksanaan pembangunan Bandar Entikong Jaya (BEJ). Yang gaungnya sudah sejak beberapa waktu lalu kita suarakan, hanya saja ada beberapa kendala utama yang kami hadapi dan cukup pelik jika tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.<br /><br />Kendala tersebut dicontohkan Endang Kusmayadi seperti permasalahan pembukaan lahan disekitar lokasi pembangunan Bandar Entikong Jaya (BEJ) yang masih tertutupi hutan hingga  saat ini. Pihaknya tidak mau dengan pembangunan BEJ yang dilakukan justru investor dinilai telah melakukan pengrusakan hutan disekitar wilayah tersebut.<br /><br />“Kita tidak ingin muncul wacana bahwa kehadiran investor yang kita bawa merusak lingkungan, padahal kita ingin membangun wilayah ini agar lebih baik kedepan. Untuk itu saya berharap pemerintah melalui bapak menteri bisa memperlunak peraturan yang ada, sehingga investor yang masuk tidak merasa terkendala aturan,” tandasnya.<br /><br />Pihak Kadin dijelaskan Endang, sudah berkomitmen menjadikan Entikong sebagai kota dengan vasilitas yang lengkap. Layaknya Bumi Serpong Damai (BSD) yang ada di Jawa Barat, yang awalnya merupakan kawasan hutan saat ini sudah berkembang menjadi wilayah yang menjadi idaman semua orang untuk datang. <strong>(phs)</strong></p>