Kadis: Minat Kerja Ke Luar Negeri Turun

oleh

Pejabat Dinas Sosial Kependudukan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosduknakertran) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, mengungkapkan bahwa minat warga untuk bekerja ke luar negeri belakangan ini mengalami penurunan yang cukup drastis. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinsosduknakertran Kabupaten Balangan, Karim Suadi, di Paringin, ibu kota Balangan, Jumat mengatakan, salah satu penyebab menurunnya minat warga bekerja ke luar negeri, adalah adanya beberapa kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dijatuhi hukuman pancung.<br /><br />"Sejak merebaknya pemberitaan tentang kasus tersebut, hingga saat ini tidak ada satu pun warga Balangan yang mengajukan permohonan menjadi TKI," ujarnya.<br /><br />Sebelum kasus tersebut merebak pada pertengahan Juni lalu, di bulan yang sama masih ada permohonan menjadi TKI sebanyak dua orang, namun setelah itu hingga saat ini tak satupun warga Balangan yang mengajukan permohonan.<br /><br />Negeri Arab Saudi di Timur Tengah, tempat kasus tersebut terjadi, selama ini merupakan negara tujuan yang paling diminati TKI asal Balangan.<br /><br />Kendati demikian, lanjut dia, minat warga belakangan menjadi menurun drastis setelah merebaknya kasus hukum pancung yang menimpa TKI di Arab Saudih.<br /><br />"Kami duga terkait hukum pancung yang menjadi penyebab utama turunnya minat TKI Balangan untuk berangkat ke Arab Saudi," katanya.<br /><br />Selain itu, penetapan pemberhentian sementara atau moratorium TKI ke Arab Saudi oleh pemerintah juga bisa jadi sebagai penyebabnya.<br /><br />Berdasarkan data, warga Balangan yang mengajukan permohonan menjadi TKI ke Arab Saudi pada Januari lalu berjumlah empat orang wanita untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).<br /><br />Periode Februari dan Maret 2011, tidak ada permohonan yang masuk dan baru pada April lalu 10 orang wanita tercatat mengajukan permohonan menjadi TKI ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai PRT.<br /><br />Sedangkan selama Mei 2011, tercatat tiga orang wanita mengajukan permohonan, sehingga dari Januari sampai saat ini jumlahnya hanya 19 warga Balangan yang berangkat ke Arab Saudi menjadi TKI.<br /><br />Ia menambahkan, jumlah itu mengalami penurunan sangat drastis dibandingkan tahun sebelumnya, di mana hingga Juli 2010 jumlah TKI yang berangkat ke Arab Saudi mencapai 100 orang.<br /><br />"TKI yang berangkat ke Arab Saudi terbanyak pada 2009 yang jumlahnya mencapai 635 orang, terdiri atas 633 wanita dan dua pria," ucapnya menambahkan.<br /><br />Meski begitu, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan adanya warga Balangan yang menjadi TKI ke Arab Saudi tanpa sepengetahuan Dinsosduknakertran Balangan.<br /><br />"Selain ke Arab Saudi, bisa saja warga secara diam-diam berangkat ke negeri lain dengan tidak melalui agen resmi yang ditunjuk pemerintah," demikian Karim Suadi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>