Kadisdik Barut: Sekolah Dilarang Pungut Sumbangan

oleh

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara (Barut) Jamaludin di Muara Teweh, Senin, menegaskan bahwa kepala sekolah dan guru di seluruh sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di daerah itu dilarang menarik sumbangan kelulusan. <p style="text-align: justify;">"Kami minta sekolah tidak menarik atau mewajibkan orang tua siswa membayar sumbangan kelulusan, apalagi SD merupakan jenjang pendidikan dasar yang termasuk program sekolah gratis," kata Jamaludin.<br /><br />Menurut Jamaludin, murid yang telah lulus SD masih harus melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya, yakni SMP, karena itu orang tua masih memiliki tanggungan biaya untuk menyekolahkan anaknya ke SMP.<br /><br />"Kalau ada sekolah yang menarik sumbangan kelulusan, laporkan kepada kami. Pemerintah pasti menindaklanjuti laporan itu dan meneliti dan kalau benar laporan itu,sekolah yang bersangkutan akan ditindak," katanya.<br /><br />Pengumuman hasil ujian akhir sekolah berstandar nasional tahun ajaran 2010/2011 tingkat sekolah dasar dan madrasyah ibtidaiyah di kabupaten pedalaman Sungai Barito pada Senin (20/6) ini lulus 100 persen.<br /><br />UN tahun ini diikuti sebanyak 2.412 orang dari yang terdaftar 2.500 murid pada 179 sekolah tersebar di enam kecamatan.Namun tahun ini sebanyak 88 orang tidak mengikuti ujian dengan alasan berhenti dan pindah ke sekolah lain.<br /><br />"Kita bersyukur peserta UN tingkat SD di daerah ini tak ada yang gagal, 100 persen siswanya lulus semua," katanya.<br /><br />Jamaludin menjelaskan, kegiatan ujian nasional 2011 ada lima sekolah dasar yang tidak melaksanakan karena tidak ada siswa kelas enam.<br /><br />Sekolah yang tidak melaksanakan UN tersebut yakni SDN 1 Desa Sei Rahayu I Kecamatan Teweh Tengah, SDN 1 Desa Siwaw Kecamatan Gunung Timang, SDN 1 Desa Tambaba Kecamatan Gunung Purei serta SDN 1 Desa Jangkang Lama dan SDN 2 Desa Hurung Enef masing-masing di Kecamatan Lahei "Lima sekolah yang tidak melaksanakan ujian nasional karena tidak ada siswa kelas enam tersebut semuanya berada di daerah pedalaman," jelas dia.<br /><br />Sejumlah sekolah itu, kata dia, memang hampir semuanya sekolah lama, namun karena minimnya murid sehingga tidak setiap tahun dapat melaksanaan UN karena kekurangan anak masuk sekolah.<br /><br />"Jadi anak yang masuk sekolah di sejumlah SD di pedalaman itu hampir tidak setiap tahun sehingga mereka kekurangan murid," katanya.<br /><br />Kelulusan tingkat SD/MI tahun ini di Kabupaten Barito Utara ada 10 peserta yang mendapatkan nilai tertinggi diantaranya dari MIN Melayu dengan nilai rata-rata 9,2 dan nilai akhir 27,5 atas nama Dhiza Aliffia.<br /><br />SD Santa Maria dengan nilai rata-rata 9,1, nilai akhir 27,3 atas nama Septiani Berliany Nenggolan, dan SDN 7 Melayu Muara Teweh dengan nilai rata-rata 8,8 nilai akhir 26,4 atas nama Nova Andini Putri.<strong> (das/ant)</strong></p>