Kadisdik : Pendidikan Inklusif Menjadi Isu Menarik

oleh

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalimantan Tengah, Guntur Talajan SH MPd mengatakan, pendidikan inklusif beberapa tahun ini telah menjadi isu yang sangat menarik dalam system pendidikan nasional. <p style="text-align: justify;">Hal ini dikarenakan pendidikan inklusif memberikan perhatian pada pengaturan para siswa yang memiliki kelainan atau berkebutuhan khusus untuk bisa mendapatkan pendidikan pada sekolah-sekolah umum, kata Guntur Talajan, saat membuka Workshop Rencana Pengembangan Pendidikan Inklusif se-Kalteng 2011 di Hotel Aquarius, Palangka Raya, Senin malam.<br /><br />Menurutnya, inklusif adalah suatu sistem ideologi, dimana secara bersama-sama tiap-tiap warga Negara sekolah, baik itu masyarakat, kepala sekolah, guru, pengurus yayasan, petugas administrasi sekolah, para siswa dan orantua menyadari tanggungjawab berasama dalam mendidik semua siswa sedemikian hingga mereka berkembang secara optimal sesuai potensi.<br /><br />Dalam pendidikan inklusif menempatkan siswa berkelainan secara fisik dalam kelas atau sekolah regular, namun dalam hal ini bukan sekedar memasukan anak berkelainan sebanyak mungkin dalam lingkungan belajar siswa normal, terangnya.<br /><br />Inklusi, sebut dia, merupakan sistem yang hanya dapat diterapkan ketika semua warga sekolah memahami dan mengadopsinya. Inklusi juga menyangkut hal-hal bagaimana orang dewasa dan teman sekelas yang normal menyambut maupun menegenali keanekaragaman siswa.<br /><br />Dalam perkembangannya, inklusi juga termasuk siswa yang dikaruniai keberbakatan, mereka yang hidup terpinggirkan, memiliki kecacatan, dan kemampuan belajarnya berada di bawah rata-rata kelompoknya, tegasnya.<br /><br />Melalui pendidikan inklusi, sembang Guntur, anak berkelainan dididik bersama-sama anak-anak normal untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Hal ini dilandasi oleh kenyataan di masyarakat terdapat anak normal dan anak berkelainan yang tidak dapat di[isahkan sebagai suatu komunitas.<br /><br />Oleh karena itu, anak berkelainan perlu diberi kesempatan dan peluang yang sama dengan anak normal untuk mendapatkan pelayanan pendidikan di sekolah dasar (SD) atau SMP terdekat. Sudah barang tentu SD/SMP terdekat perlu disiapkan segala sesuatunya, tandasnya.<strong> (das/ant)</strong></p>