Kadiskominfo: Kaltim Bebas "Blank Spot" 2014

oleh

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kaltim H Abdullah Sani mengatakan, pada 2014 di provinsi itu tidak ada lagi kawasan yang tidak memiliki jaringan (blank spot) melayani telepon genggam. <p style="text-align: justify;"><br />Untuk mencapai hal itu, maka pada 2013 kami akan tuntaskan pemasangan menara telekomunikasi di sejumlah wilayah, ujar Abdullah Sani saat acara serah terima jabatan antara Kdiskominfo lama dan yang baru di Kantor Diskominfo Kaltim di Samarinda, Senin.<br /><br />Abdullah Sani sebelumnya adalah Kepala Biro Pembangunan Daerah Kaltim. Sedangkan Kadiskominfo sebelumnya yakni M Jauhar Efendi, sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD).<br /><br />Secara teknis, kata Abdullah Sani, dia akan mencoba melaksanakan tugas sebagaimana yang telah dirintis Kepala Diskominfo sebelumnya, seperti melakukan kerjasama dengan berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, serta mitra kerja terkait.<br /><br />Dalam upaya mengatasi blank spot, lanjutnya, dia juga akan menerusakan program yang telah dirintis Kadiskominfo sebelumnya, yakni menuntaskan pembangunan menara baik di kawasan perbatasan maupun daerah terpencil yang telah dirancang untuk 2012 dan 2013.<br /><br />Penuntasan kawasan blank spot itu, lanjut dia, juga menjadi perhataian Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat pelantikan beberapa hari lalu.<br /><br />Waktu itu gubernur berpesan bahwa pekerjaan utama yang harus dituntaskan Diskominfo Kaltim adalah menyelesaikan pembangunan menara di perbatasan dan sekitarnya, pasalnya di kawasan itu masih ada yang blank spot karena pembangunan menara belum maksimal akibat dari letak geografis Kaltim yang banyak gunung dan lembah.<br /><br />Sebelumnya, Jauhar Efendi mengatakan, pada 2013 Diskominfo Kaltim memprogramkan pembangunan sembilan menara komunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) di kawasan perbatasan yang masing-masing senilai Rp2,5 miliar, sehingga total pembangunannya menghabiskan anggaran Rp22,5 miliar.<br /><br />Kawasan perbatasan yang akan dibangun sembilan menara itu berada di tiga kabupaten yang lokasinya berbatasan langsung dengan negeri Jiran, Malaysia.<br /><br />Rinciannya adalah, 3 menara di Kabupaten Malinau, 3 menara di Nunukan, dan 3 menara lagi akan dibangun di Kabupaten Kutai Barat.<br /><br />Sedangkan pada 2012 juga dibangun menara komunikasi yang juga di kawasan perbatasan dengan nilai Rp2 miliar. Menara ini tepatnya dibangun di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Malinau.<br /><br />Jika semua proyek ini terealisasi, maka pada 2013 di perbatasan Kaltim akan berdiri sebanyak 10 menara komunikasi yang dibangun Pemprov Kaltim.<br /><br />Menurut dia, keberadaan menara BTS di kawasan perbatasan bukan hanya sebatas keinginan masyarakat, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi pemerintah.<br /><br />Secara umum, pembangunan menara BTS dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi, namun hal itu dapat dilakukan hanya untuk kawasan yang memiliki padat penduduk, seperti di daerah perkotaan.<br /><br />Sedangkan di daerah perbatasan dan perdesaan yang penduduknya sedikit, maka perusahaan telepon selular tidak mau membangunnya karena beralasan merugi, yakni biaya pembangunannya mahal, sedangkan penggunanya sedikit sehingga tidak akan kembali modal. <strong>(phs/Ant)</strong></p>