Kalbar Anggarkan Penggunaan Pertamax Bagi Kendaraan Dinas

oleh

Pemerintah Provinsi Kaliamntan menganggarkan penggunaan bahan bakar minyak jenis pertamax pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) bagi kendaraan dinas di lingkungan Pemprov setempat. <p style="text-align: justify;">"Penggunaan pertamax pada kendaraan dinas bisa saja dianggarkan pada anggaran perubahan, mengingat sudah ada instruksinya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya di Pontianak, Minggu.<br /><br />Ia menjelaskan, penggunaan BBM jenis pertamax bagi kendaraan dinas di lingkungan Pemprov Kalbar harus sesuai ketentuan.<br /><br />"Untuk penggunaan pertamax di pemerintahan itu ada sistemnya. Jika penggunaan APBD saat pembahasan masih menganggarkan untuk penggunaan premium bersubsidi, maka akan ada proses untuk penambahan untuk pembelian pertamax," ungkap Christiandy.<br /><br />Menurut dia, untuk beberapa pimpinan daerah termasuk Wagub penggunaan pertamax tidak menjadi masalah.<br /><br />"Karena sebelumnya kami telah memakai pertamax sebagai bahan bakar kendaraan dinas," ujarnya.<br /><br />Lebih lanjut Christiandy mengatakan, belum lama ini Kalbar menerima penambahan kuota premium sebanyak 102.024 kilo liter.<br /><br />"Jumlah tersebut merupakan hasil akhir dari pertemuan yang dilakukan empat gubernur se-Kalimantan yang tergabung dalam Forum Revitalisasi Percepatan Pembangunan Kalimantan," kata Christiandy.<br /><br />Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalbar, mencatat kuota premium bersubsidi Kalbar sebesar 510.120 kiloliter atau naik sekitar 25 persen dari kuota sebelumnya 408.096 kiloliter.<br /><br />Kemudian, kuota BBM jenis solar untuk Provinsi Kalbar tahun 2012 mengalami penambahan sekitar 9,8 persen, dari sebelumnya 328.817 kiloliter menjadi 361.255 kiloliter. <strong>(phs/Ant)</strong></p>