Kalbar Bertekad "Zero Asap" Tahun 2015

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Kepolisian Daerah setempat sama-sama bertekad agar provinsi itu "zero asap" di tahun 2015, dan komitmen itu ditunjukkan dengan dibentuknya Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla). <p style="text-align: justify;">Satgas Karhutla tersebut bentukan Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Arief Sulistianto, agar dapat menekan seminimal mungkin kebakaran hutan dan lahan sehingga Kalbar bebas dari bencana asap yang hampir setiap musim kemarau terjadi.<br /><br />Pembentukan Satgas Karhutla juga sudah sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja di Kalbar beberapa waktu lalu.<br /><br />Presiden menekankan tahun 2015 tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan. Minimal dapat meminimalisir, terutama di tiga provinsi, yakni Provinsi Sumsel, Riau dan Kalbar, karena ketiga provinsi itu hampir setiap tahun terjadi kebakaran hutan dan lahan.<br /><br />Satgas Karhutla bentukan Polda Kalbar sendiri, mengedepankan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kalbar. "Kami mengedepankan tindakan pencegahan dalam hal ini," ujar Kapolda Kalbar.<br /><br />Arief mengharapkan titik api tidak saja berkurang, jika memungkinkan bisa nol untuk tahun ini.<br /><br />Sementara itu, Ketua Satgas Karhutla yang juga Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Kalbar Komisaris Besar (Pol) Suhadi Suwondo menyatakan Satgas Karhutla akan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan fokus pada upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan.<br /><br />"Masyarakat merupakan objek terkena dampak dari kebakaran lahan gambut, dan mereka yang berada paling dekat dengan lokasi lahan gambut," katanya.<br /><br />Maka dari itu pemerintah memberikan dorongan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga dan mencegah kebakaran lahan gambut. "Dibentuknya masyarakat peduli api adalah hal yang sangat baik dalam upaya pencegahan dini," ujarnya.<br /><br />Rumusan strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, menurut dia hal yang mendasar dan diharapkan bisa berlaku hingga tugas fungsi Satgas berakhir.<br /><br />Ia menambahkan payung hukum terkait kebakaran hutan dan lahan, sudah dimiliki, yakni UU No. 32/2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup, yang memuat aturan-aturan serta sanksi bagi perusak lingkungan.<br /><br />Langkah pencegahan Satgas Karhutla Kalbar salah satunya, saat ini, yakni dengan telah mengundang semua kepala daerah dan pengusaha perkebunan sawit dalam mencari solusi untuk menekan titik api di Kalbar.<br /><br />"Diundangnya kepala daerah dan pengusaha perkebunan sawit yang tergabung pada Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) dan Gabungan Asosiasi Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), karena berdasarkan data satelit tahun 2014, ternyata titik api paling banyak terjadi di lokasi perkebunan," katanya.<br /><br />Sehingga dengan dalam pertemuan itu, para pengusaha perkebunan sawit dan kepala daerah akan duduk satu meja berdiskusi untuk mencari akar permasalahan yang terjadi, agar di musim kemarau nanti tidak ada titik api lagi.<br /><br />"Mudah-mudahan dengan upaya ini, maka titik api di tahun 2015 bisa ditekan seminimal mungkin," ujarnya.<br /><br />Alternatif bersihkan lahan Ketua Satgas Karhutla Suhadi mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membakar lahan dalam bercocok tanam, karena dinas pertanian dan hortikultura Kalbar telah menyediakan rekayasa teknologi pertanian melalui program trikodirma.<br /><br />Dimana proses pembuatannya sangat mudah dan manfaatnya luar biasa bagi para petani, tanpa harus membakar, tetapi petani cukup dengan memanfaatkan teknologi pertanian trikodirma itu.<br /><br />"Sampah, seperti ranting kayu, pokok jagung maupun semak belukar lainnya, apabila diberi trikodirma langsung membusuk dan menjadi pupuk," ujarnya.<br /><br />Suhadi mengimbau warga Kota Pontianak dan sekitarnya, apabila menemukan atau melihat api di sekitar rumahnya, jika membahayakan segera kontak kepada Kasatgas Karhutla dengan nomor telepon genggam 0811560016. Maka satgas akan bersinergi dengan pemadam api swasta atau pemerintah untuk segera mengambil langkah penanggulangan agar api tidak berkembang membesar dan merambah kemana-mana.<br /><br />Jika imbauan tersebut tidak ditaati warga, dengan tegas akan dilakukan penindakan. Kepada warga masyarakat yang melihat api belum membesar dapat mengambil langkah pemadaman secara swakarsa. Apabila upaya tersebut tidak berhasil baru memanggil Satgas Karhutla atau pemadam kebakaran, kata Suhadi.<br /><br />Sementara Gubernur Kalbar Cornelis menyatakan dukungan terhadap langkah Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto yang telah membentuk satuan tugas tersebut.<br /><br />"Bentuk dukungan tersebut, gubernur telah memerintahkan instansi terkait Pemprov Kalbar agar bekerja sama dan berkoordinasi dalam menanggulangi atau menekan kebakaran hutan dan lahan di Kalbar tahun 2015," kata Suhadi.<br /><br />Dukungan gubernur Kalbar juga direspons positif satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Kalbar, dengan telah melakukan koordinasi dengan Satgas Karhutla bersama Kepala Dinas Pertanian Hazairin, kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Anggraito, dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar Suwanto, ujarnya.<br /><br />Bahkan tindak lanjutnya, Satgas Karhutla bersama kepala SKPD menyatakan kesiapan bersama-sama meminimalisir kebakaran hutan dan lahan.<br /><br />Karena dampak dari kebakaran hutan dan lahan dapat merusak ekosistem yang ada, menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), mengganggu aktivitas masyarakat terutama pengguna transportasi baik laut, darat, maupun udara bahkan mendapat protes dari negara tetangga. (das/ant)</p>