Kalbar Butuh 1.424 MW Listrik Pada 2015

oleh

Provinsi Kalimantan Barat pada 2015 membutuhkan energi listrik sekitar 1.424 Mega Watt sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik untuk rumah tangga dan industri. <p> Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kalbar Agus Aman Sudibyo di Pontianan, Sabtu, menyatakan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan energi listrik diperlukan kebijakan dan komitmen sungguh-sungguh oleh pemerintah dan PLN dalam bentuk upaya konkret.<br /><br />Seperti, penambahan kapasitas pembangkit listrik, mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan mesin pembangkit listrik tenaga uap atau gas (PLTU/PLTG), merealisasikan pembangunan pembangkit tenaga listrik sesuai Keppres tahap I sebesar 150 MW dan Keppres tahap II sebesar 128 MW.<br /><br />Selain itu, merealisasikan pembangunan pembangkit tenaga listrik oleh Indepent Power Produce (IPP), yakni PLTU Parit Berkat 2 X 25 MW, PLTU Ketapang 2 X 7 MW, mempercepat pembangunan PLTU sekala kecil tersebar serta memanfaatkan potensi sumber energi setempat yang tersedia, kata Agus.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Agus Aman Sudibyo menyambut baik langkah PLN yang berupaya memenuhi kebutuhan energi listrik bagi melalui penambahan pembangkit, penyaluran dan pendistribusian tenaga listrik diseluruh wilayah Kalbar dalam program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan tahap kedua.<br /><br />Data PT. PLN Kalbar mencatat pencanangan kegiatan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan tersebar di Kota Pontianak dan sekitarnya, 7.510 pelanggan. Kota Singkawang dan sekitarnya 5.099 pelanggan, Kabupaten Sanggau 8.483 pelanggan, Kabupaten Ketapang 5.008 pelanggan.<br /><br />Khusus untuk daerah perbatasan Kalbar – Malaysia selama program tersebut ditargetkan akan ada penambahan sekitar 2.900 pelanggan baru.<br /><br />PLN juga menambah mesin pembangkit di daerah misalnya di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, berkapasitas tiga MW.<br /><br />Sementara untuk menambah keandalan sistem di Kota Pontianak dan sekitarnya, di luar 20 MW terkait program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan, akan masuk 20 MW, rencananya bulan November mendatang, kata General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah Kalbar Bambang Budiarto.<br /><br />Ia menjelaskan, program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan dimaksudkan untuk melindungi pelanggan dari praktek kecurangan sehingga merugikan PLN, serta mencegah praktek percaloan "pasar gelap" dalam penyambungan baru yang dilakukan oleh oknum pegawai PLN.<br /><br />PLN Wilayah Kalbar menargetkan, rasio elektrifikasi sebesar 62,12 persen dari saat ini 59,7 persen di tahun 2011.<br /><br />Untuk mencapai target itu butuh sekitar 45.500 pelanggan baru yang tersebar di 14 kabupaten/kota Provinsi Kalbar, Bambang Budiarto.<strong> (das/ant)</strong></p>