Kalbar Catat 716 Kasus Kekerasan Perempuan-Anak

oleh

Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kalimantan Barat mencatat terjadi 716 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak 2010. <p style="text-align: justify;">"Kasus-kasus ini terjadi sejak 2010 hingga 2014," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Kalbar Anna Veridiana Iman Kalis di sela peringatan Hari Anak Nasional di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia melanjutkan, dari ratusan kasus itu, sekitar 30 persen di antaranya melibatkan anak-anak.<br /><br />"Ada juga kasus yang terjadi karena perdagangan manusia, mengingat Kalbar berada di daerah perbatasan," kata dia.<br /><br />Ia menambahkan, kekerasan tidak hanya berlaku secara fisik. Namun, bisa juga karena menelantarkan anak-anak.<br /><br />"Ada yang hanya dititipkan ke baby sitter, atau pengasuh," kata Anna Veridiana.<br /><br />Ia mengatakan, jumlah kasus yang terjadi di Kalbar terbilang lebih kecil dibanding daerah lain di Indonesia.<br /><br />Misalnya di DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Angkanya di atas seribu kasus," ujar Anna Veridiana.<br /><br />Untuk mengantisipasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Provinsi Kalbar mempunyai jejaring di pusat pelayanan anak terpadu.<br /><br />"Dengan memanfaatkan jejaring-jejaring tersebut, memperluas jaringan untuk mencegah kekerasan," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>