Kalbar Datangkan 14 Ribu Ekor Sapi Luar

oleh

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Abdul Manaf Mustafa menyatakan, provinsi itu masih harus mendatangkan sekitar 14 ribu dari kebutuhan sekitar 45 ribu ekor sapi potong per tahun. <p style="text-align: justify;">"Sekitar 31 persen dari kebutuhan sapi potong masih didatangkan dari luar daerah ini," kata Abdul manaf Mustafa di Pontianak, Kamis (03/03/2011). <br /><br />Ia menjelaskan, didatangkannya sapi potong dari Madura untuk mencukupi tingginya permintaan daging karena stok yang ada masih belum mencukupi. <br /><br />Provinsi Kalbar saat ini sedang mengembangkan potensi integrasi peternakan sapi pada perkebunan kelapa sawit. pengembangan itu rangka mendukung keberhasilan Program Nasional Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014. <br /><br />Pemerintah Pusat menunjuk Kalbar sebagai salah satu dari 21 provinsi di Indonesia yang ditetapkan sebagai daerah PSDS 2014 dengan sasaran kelahiran sebesar 38 ribu ekor. <br /><br />Manaf menambahkan, capaian swasembada sapi bisa terwujud kalau satu hektare kebun sawit saja memelihara dua ekor sapi dikalikan sekitar 60 ribu hektare kebun sawit di Kalbar. <br /><br />Pemerintah kabupaten/kota di Kalbar telah menerbitkan info lahan seluas 4,6 juta hektare untuk perkebunan sawit. <br /><br />Meski info lahan yang diterbitkan amat luas, namun realisasi penanaman sawit di Kalbar baru sekitar 10 persen atau 400 ribu hektare, dengan jumlah petani sawit sekitar 90 ribu kepala keluarga. <br /><br />Disnakeswan Kalbar saat ini juga melarang masuknya hewan ternak khususnya sapi asal luar provinsi terutama dari Boyolali, Jawa Tengah untuk menghindari tertular penyakit antraks. <br /><br />Manaf menegaskan, larangan tersebut untuk mengantisipasi tertularnya antraks itulah pihaknya akan segera mengeluarkan surat larangan masuknya hewan ternak seperti sapi dan kambing yang ditujukan kepada pengusaha. <br /><br />Kementerian Kesehatan RI dua pekan lalu mengirimkan tim ke Boyolali, Jawa Tengah, untuk memastikan dugaan penyebaran wabah antraks di sana. <br /><br />Hingga kini dusun lokasi kejadian berada dalam pemantauan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI. <br /><br />Dampak kesehatan yang ditimbulkan virus antraks terhadap manusia tidak hanya berupa keropeng kulit yang berwarna hitam. Tapi juga bisa menyerang pencernaan yang menular melalui makanan dan paru-paru yang menular akibat menghirup udara mengadung spora virus. Masa inkubasinya masing-masing 1-5 hari.  <strong>(phs/Ant)</strong></p>