Kalbar Dorong Pemda Wujudkan Daerah Layak Anak

oleh

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya mengatakan pihaknya terus mendorong setiap kabupaten/kota yang ada di Kalbar untuk mewujudkan daerah layak anak. <p style="text-align: justify;"><br />"Kita saat ini terus mengupayakan dan mendorong agar setiap kabupaten/kota yang ada di Kalbar bisa membuat peraturan daerah tentang perlindungan anak, untuk menciptakan setiap daerah bisa Layak Anak," kata Christiandy saat membuka kegiatan peringatan Hari Anak Nasional di Pontianak, Kamis.<br /><br />Menurutnya, pada peringatan Hari Anak Indonesia tahun lalu, baru ada dua daerah di Kalbar yang menyatakan kesiapannya untuk menjadi daerah Layak Anak, yaitu kota Pontianak dan kabupaten Sintang. Namun, sekarang sudah ada empat kabupaten/kota yang berupaya untuk mewujudkan hal itu, diantaranya adalah Kota Pontianak, Kabupaten Sintang, Sanggau dan Bengkayang.<br /><br />"Jika saat ini sudah ada empat daerah yang adam artinya masih ada 10 daerah di Kalbar yang belum menciptakan kondisi, lingkungan dan sarana serta prasarana untuk daerah Layak Anak," tuturnya.<br /><br />Dia mengatakan, momentum pilkada yang dilakukan di tujuh kabupaten yang ada di Kalbar bisa dimanfaatkan oleh setiap calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung untuk menjadikan hal itu sebagai salah satu program andalan mereka.<br /><br />Karena, lanjutnya, jika sudah ada tujuh daerah di Kalbar yang bisa mewujudkan hal itu, maka Kalbar baru bisa menjadi provinsi Layak Anak.<br /><br />"Namun, saya yakin setiap kepala daerah yang ada di Kalbar sudah berupaya untuk mewujudkan hal itu, apa lagi itu sudah diatur dalam UU Perlindungan Anak," katanya.<br /><br />Dia mengharapkan, peringatan Hari Anak Nasional itu tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi lebih dari itu harus menjadi motivasi bagi kita semua agar bisa memberikan hak atas anak-anak dan menjaga tumbuh kembang mereka, karena anak-anak ini adalah aset bagi masa depan bangsa.<br /><br />"Untuk itu bukan hanya menjadi tugas dari pemerintah atau lembaga pendidikan, namun orang tua tentu memiliki andil besar dalam memberikan hak-hak anak itu," kata Christiandy. (das/ant)</p>