Pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Barat menandatangani kontrak kinerja swasembada daging sapi/kerbau Tahun 2014, pertanian tanaman pangan dan hortikultura. <p style="text-align: justify;">Penandatanganan tersebut dilakukan di Balai Petitih Kantor Gubernur di Pontianak, Rabu.<br /><br />Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie mengatakan, para ahli memperkirakan pada 2025 masyarakat dunia akan menghadapi masalah pangan, baik jumlah maupun keamanan pangan.<br /><br />Terkait hal itu, pemerintah mencanangkan lima program swasembada pangan nasional untuk beras, jagung, kedelai, gula dan daging.<br /><br />Untuk merealisasikan itu, Kememterian Pertanian telah menargetkan pada 2014 mencapai surplus beras sebanyak 10 juta ton. Sedangkan pada 2012, target secara nasional 72,03 juta ton beras.<br /><br />"Untuk Kalbar, target 2012 sebanyak 1,45 juta ton gabah kering giling dan pencapaiannya dibagi ke seluruh kabupaten dan kota," kata M Zeet yang mewakili Gubernur Kalbar Cornelis.<br /><br />Sementara untuk swasembada daging sapi dan kerbau, pada 2009 telah mencanangkan program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK). "Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan impor sapi hidup dan daging yang jumlahnya sangat besar," ujarnya.<br /><br />Indonesia pada 2010 impor sapi hidup dari Australia sebanyak 650 ribu, sedangkan daging sapi sebanyak 120 ribu ton.<br /><br />"Jumlah devisa yang dikeluarkan untuk impor dimaksud mencapai Rp10 triliun. Ini sangat besar," katanya.<br /><br />Sasaran akhir pada 2014 adalah swasembada daging sapi dan kerbau sehingga kalaupun masih ada impor maksimal 10 persen dari kebutuhan nasional sebesar 420 ribu ton daging pertahun atau setara dengan pemotongan 2,5 juta ekor sapi.<br /><br />Berdasarkan sensus sapi, Kalbar mempunyai 153.320 ekor, sapi perah 227 ekor dan populasi kerbau 3.166 ekor.<br /><br />Ia mengatakan, kalau dilihat dari kebutuhan konsumsi daging sapi di Kalbar, populasi dapi dan kerbau yang tersedia masih kurang.<br /><br />Kebutuhan sapi potong pada 2011 sebanyak 46.664 ekor,tapi yang dapat dipenuhi peternak lokal hanya 32.000 ekor, sisanya dari sapi bakalan asal Madura," kata M Zeet. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















