Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan melakukan kontrak kinerja untuk swasembada daging sapi pada 2014 dengan pemerintah kabupaten dan kota. <p style="text-align: justify;">"Nanti yang menandatangani gubernur dengan bupati dan wali kota, rencananya tanggal 29 Februari," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Abdul Manaf Mustafa di Pontianak, Rabu.<br /><br />Menurut Abdul Manaf, sebelumnya dilakukan kontrak kinerja antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi sehingga ini sebagai lanjutan.<br /><br />Berdasarkan sensus peternakan tahun lalu, jumlah ternak sapi di Kalbar tercatat sebanyak 153.320 ekor.<br /><br />Kalbar, kata dia, ditargetkan mampu menambah jumlah ternak sapi tahun ini menjadi 164 ribu ekor.<br /><br />Sedangkan untuk produksi daging, dari 7.074 ton naik menjadi 11 ribu ton. Ia mengakui, target tersebut agak berat karena penambahan daging ternak Kalbar belum maksimal.<br /><br />Ia mencontohkan untuk sapi lokal dari target 0,8 kilogram penambahan berat badan perhari; peternak Kalbar baru bisa 0,4 – 0,6 kilogram.<br /><br />Sedangkan sapi persilangan, 1,2 – 1,4 kilogram perhari; peternak Kalbar maksimal 0,9 kilogram.<br /><br />"Jadi, butuh dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan produksi daging kita," katanya.<br /><br />Ia mengungkapkan salah satu kendala dalam peningkatan produksi daging di Kalbar adalah sistem pengelolaan yang masih semi intensif.<br /><br />"Peternak masih beranggapan untuk menggunakan pakan ternak yang segar, padahal dengan pengolahan tertentu, bisa memanfaatkan pakan ternak lain," ujarnya.<br /><br />Selain itu, bibit yang digunakan sebagian besar masih lokal, ternak masih kekurangan konsentrat.<br /><br />"Upaya untuk mengatasi ini, diantaranya dengan meningkatkan pembinaan dan penyuluhan," kata Abdul Manaf.<br /><br />Kemudian pihaknya akan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) agar peternak mendapat sentuhan teknologi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















