Kalbar Larang Bibit Itik Dari Luar Daerah

oleh

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat melarang pemasukan "day old duck" atau bibit itik dari luar daerah mengingat tiga provinsi di Jawa terjadi kasus avian influenza pada itik. <p style="text-align: justify;">"Ini juga berdasarkan surat dari Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang baru kami terima beberapa waktu lalu," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Abdul Manaf Mustafa di Pontianak, Jumat.<br /><br />Berdasarkan surat tersebut, ada 8.325 itik yang sakit di 6 kabupaten yakni Sukoharjo, Wonogiri, Pekalongan, Yogyakarta, Bantul, dan Blitar di tiga provinsi Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.<br /><br />Ia melanjutkan, dari jumlah itik yang sakit tersebut, 3.275 ekor di antaranya mati. Sedangkan hasil diagnosa sementara, wabah kematian itik karena infeksi virus Avian Influenza H5.<br /><br />"Diagnosa sementara hasil dari uji cepat atau rapid test, uji PCR, Imunohistokimia dan isolasi virus," ujar dia.<br /><br />Ia menambahkan, terkait hal itu, pihaknya meminta peternak di Kalbar meningkatkan keamanan dan kesehatan dari masing-masing ternak.<br /><br />Kemudian, lanjut dia, peternak jangan memasukkan DOD ke Kalbar meski sebagian kebutuhan masih dipenuhi dari luar.<br /><br />"Jadi, yang penting adalah mengoptimalisasikan instalasi pembibitan dari pemerintah di Toho, Kabupaten Pontianak," ujar dia.<br /><br />Selain itu, juga optimalisasi pembibitan dari para penangkar itik yang ada di Kalbar. "Dan yang paling penting, jangan ada itik atau benih itik selundupan masuk ke Kalbar. Kalau Kalbar tertular, kita semua yang akan rugi," katanya.<br /><br />Ia mengingatkan, Kalbar sudah berjuang keras agar Avian Influnza tidak kembali terjadi di kalangan peternak. "Jangan gara-gara keinginan segelintir orang, seluruh Kalbar yang terkena dampaknya," kata Abdul Manaf Mustafa. <strong>(phs/Ant)</strong></p>