Kalbar Masih Inventarisasi Kerugian Dampak Banjir

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih menginventarisasi dampak banjir yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota beberapa waktu terakhir. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar Jakius Sinyor saat dihubungi di Pontianak, Jumat, mengatakan sejumlah lokasi yang sudah dilakukan inventarisasi yakni di daerah yang mengalami banjir cukup parah.<br /><br />"Diantaranya di Kabupaten Landak, yang beberapa waktu lalu terkena banjir cukup parah," ujar dia.<br /><br />Dia mengatakan inventarisasi termasuk kerusakan yang dialami infrastruktur yakni jalan maupun jembatan, baik yang dari anggaran nasional, provinsi maupun kabupaten dan kota.<br /><br />Menurut dia inventarisasi di Kabupaten Landak dilakukan lebih banyak karena enam kecamatan di wilayah itu terkena banjir.<br /><br />Hasil inventarisasi, diantaranya satu jembatan jebol, tanah longsor antara Tunang, Kabupaten Landak, dengan Bengkayang, aspal pada jalan nasional di Sungai Ambawang terkelupas, dan dampak lainnya.<br /><br />Terkait hal itu, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah melalui melalui unit penanganan jalan dan jembatan dilakukan tindakan tanggap darurat.<br /><br />Ia menegaskan, yang terpenting baik jalan dan jembatan itu bisa fungsional dulu. "Misalnya dengan membangun jembatan darurat," katanya.<br /><br />Ia mengakui, kerusakan karena banjir tahun ini lebih banyak karena peristiwanya lebih besar dan luas. Namun yang mengalami dampak lebih berat adalah kawasan permukiman.<br /><br />Sedangkan untuk nilai kerugian, pihaknya masih menunggu laporan secara resmi dari kepala daerah yang wilayahnya terkena banjir. <strong>(das/ant)</strong></p>