Home / Tak Berkategori

Kalbar Masih Kekurangan 400 Bidan

- Jurnalis

Selasa, 5 April 2011 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Andy Jap mengatakan provinsi itu masih kekurangan sekitar 400 orang tenaga bidan guna memaksimalkan pelayanan kesehatan di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Kekurangannya itu bisa mencapai 400 orang bidan jika harus dilihat secara ideal, yakni satu desa satu bidan," kata Andy Jap di Pontianak, Selasa.<br /><br />Menurut Andy Jap, pihaknya sudah berusaha memenuhi kebutuhan kekurangan bidan tersebut melalui bantuan bidan pegawai tidak tetap (PTT) dari pusat.<br /><br />Ia mengatakan, setiap tahun dinas kesehatan setempat sudah membuka formasi tiga kali, namun masih belum menutup kekurangan tenaga bidan di Kalbar.&lt;br /><br />Ia menilai, bidan yang sudah lulus tersebut belum tentu bekerja di tempat ia berada. "Dia lulus di satu tempat terkadang sudah pindah lagi ke tempat lain," jelas Andy Jap.0 Untuk menutupi kekurangan tenaga bidan tersebut, ia memanfaatkan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) di tiap-tiap puskesmas untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.<br /><br />"Karena mau tidak mau program kesehatan yang harus dilakukan dengan menggunakan dana BOK tersebut sangat potensial sekali untuk dimanfaatkan," kata Andy Jap.<br /><br />Terkait kekurangan bidan itu, Dinkes Kalbar pun melanjutkan program penempatan bidan desa – bidan PTT untuk mengatasi kekurangan tenaga bidan desa diberbagai daerah.<br /><br />Menurut Andy Jap, program yang digulirkan pada tahun 2011 ini berasal dari Kementerian Kesehatan, dengan membuka formasi penerima sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni bulan April, Juli dan September.<br /><br />Kadinkes Kalbar menambahkan, Kementrian Kesehatan mengambil kebijakan dalam perekrutan tenaga bidan, untuk ditempatkan pada Puskemas maupun Polindes berasal dari masyarakat setempat.<br /><br />Dengan asumsi tenaga bidan lokal telah mengetahui karakter dan kondisi masyarakat setempat, sehingga lebih mudah untuk beradaptasi di lingkungan sekitar. Dikhawatirkan jika bidan PTT didroping dari luar Kalbar, ketika ditempatkan di daerah pedalaman dan terpencil mereka menjadi tidak betah sehingga memilih mengundurkan diri. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru