Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Andy Jap mengatakan provinsi itu masih kekurangan sekitar 400 orang tenaga bidan guna memaksimalkan pelayanan kesehatan di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Kekurangannya itu bisa mencapai 400 orang bidan jika harus dilihat secara ideal, yakni satu desa satu bidan," kata Andy Jap di Pontianak, Selasa.<br /><br />Menurut Andy Jap, pihaknya sudah berusaha memenuhi kebutuhan kekurangan bidan tersebut melalui bantuan bidan pegawai tidak tetap (PTT) dari pusat.<br /><br />Ia mengatakan, setiap tahun dinas kesehatan setempat sudah membuka formasi tiga kali, namun masih belum menutup kekurangan tenaga bidan di Kalbar.<br /><br />Ia menilai, bidan yang sudah lulus tersebut belum tentu bekerja di tempat ia berada. "Dia lulus di satu tempat terkadang sudah pindah lagi ke tempat lain," jelas Andy Jap.0 Untuk menutupi kekurangan tenaga bidan tersebut, ia memanfaatkan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) di tiap-tiap puskesmas untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.<br /><br />"Karena mau tidak mau program kesehatan yang harus dilakukan dengan menggunakan dana BOK tersebut sangat potensial sekali untuk dimanfaatkan," kata Andy Jap.<br /><br />Terkait kekurangan bidan itu, Dinkes Kalbar pun melanjutkan program penempatan bidan desa – bidan PTT untuk mengatasi kekurangan tenaga bidan desa diberbagai daerah.<br /><br />Menurut Andy Jap, program yang digulirkan pada tahun 2011 ini berasal dari Kementerian Kesehatan, dengan membuka formasi penerima sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni bulan April, Juli dan September.<br /><br />Kadinkes Kalbar menambahkan, Kementrian Kesehatan mengambil kebijakan dalam perekrutan tenaga bidan, untuk ditempatkan pada Puskemas maupun Polindes berasal dari masyarakat setempat.<br /><br />Dengan asumsi tenaga bidan lokal telah mengetahui karakter dan kondisi masyarakat setempat, sehingga lebih mudah untuk beradaptasi di lingkungan sekitar. Dikhawatirkan jika bidan PTT didroping dari luar Kalbar, ketika ditempatkan di daerah pedalaman dan terpencil mereka menjadi tidak betah sehingga memilih mengundurkan diri. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














