Kalbar Mulai Promosikan Bawang Merah Lokal

oleh

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat mulai mempromosikan bawang merah yang ditanam di lahan gambut Kota Pontianak. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar Hazairin saat dihubungi di Pontianak, Minggu menuturkan, selama ini bawang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selalu dipasok dari luar Kalbar.<br /><br />"Ternyata, kita bisa menghasilkan bawang merah sendiri," katanya.<br /><br />Saat ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar telah mengembangkan tanaman bawang merah di Sungai Selamat, Kecamatan Pontianak Utara.<br /><br />Luas areal yang ditanam mencapai satu hektare. "Hasil yang diperoleh 5,5 ton," kata Hazairin.<br /><br />Menurut dia, pada masa uji coba ternyata hasil tanaman bawang tersebut cukup memuaskan. "Ke depan, ditargetkan dalam satu hektare mampu menghasilkan 10 ton bawang merah," ujar Hazairin.<br /><br />Ia melanjutkan, kalau mengacu hasil tersebut, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pontianak, dibutuhkan areal seluas 10 hektare.<br /><br />Terkait hasil tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar mulai menjual melalui ajang pasar murah.<br /><br />Yakni di Kecamatan Pontianak Barat, Kecamatan Pontianak Kota serta di Kecamatan Pontianak Timur.<br /><br />Kemudian di acara pasar murah yang diadakan oleh Pemprov Kalbar dan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar di SDN 07 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya yang dibuka Frederika Cornelis.<br /><br />Ia menambahkan, ke depannya bawang merah akan terus dikembangkan karena hasilnya memuaskan dan prosesnya mudah.<br /><br />"Bawang merah selama ini juga menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kalbar, terlebih menjelang hari besar keagamaan," kata Hazairin.<br /><br />Selanjutnya, yang menanam adalah pengusaha tani. Pemerintah membantu dalam membina dan menyediakan bibit bawang merah.<br /><br />"Supaya kebutuhan bawang merah tidak lagi didatangkan dari Pulau Jawa. Kalau bisa ditanam di daerah sendiri, untuk apa didatangkan dari luar," kata Hazairin menegaskan. <strong>(das/ant)</strong></p>