Home / Tak Berkategori

Kalbar Perlu Antisipasi Ledakan Penduduk Lansia

- Jurnalis

Jumat, 27 Desember 2013 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti Kependudukan Drs M Lutfhi M Kes mengingatkan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mempersiapkan jaminan sosial pada masa tua seiring ledakan penduduk lanjut usia setelah melewati masa puncak bonus demografi. <p style="text-align: justify;">"Setelah masa puncak bonus demografi, hampir semua kabupaten dan kota di Kalbar mengalami peningkatan cukup tajam untuk proporsi penduduk lanjut usia," kata M Luthfi saat sosialisasi hasil Penelitian dan Pengembangan Kependudukan, KB dan Keluarga Sejahtera Provinsi Kalbar di Aula RRI Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia melanjutkan, hasil perhitungan proyeksi penduduk Kalbar periode 2015 – 2035, menunjukkan terjadinya pergeseran struktur umum penduduk yang mengarah ke kelompok usia menengah.<br /><br />Menurut dia, mengacu kondisi puncak bonus demografi yang terjadi pada angka ketergantungan terendah antara 40 persen – 49 persen, maka di Kalbar diperkirakan memasuki tahap tersebut tahun 2025.<br /><br />"Dan akan berlanjut pada tahun 2030," kata dia.<br /><br />Pada masa bonus demografi tersebut, rasio ketergantungan sebesar 46. Setelah terlampaui jendela peluang, diperkirakan rasio ketergantungan meningkat lagi pada tahun 2035.<br /><br />"Perubahan struktur umur penduduk pada periode ini, mengakibatkan penduduk Kalbar mengalami penuaan," kata Lutfhi.<br /><br />Ia menjelaskan, ketersediaan sumber daya manusia yang produktif menjadi persyarat dalam mempercepat pembangunan ekonomi.<br /><br />"Seperti di provinsi lain di Indonesia, Kalbar saat ini menghadapi jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat," katanya.<br /><br />Namun, meningkatnya penduduk usia produktif menjadi peluang untuk memanfaatkan bonus demografi.<br /><br />"Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor ekonomi, meningkatkan produktivitas, menurunkan pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan pendapatan di daerah," katanya.<br /><br />Berdasarkan data tahun 2010, rasio ketergantungan sebesar 55 dengan jumlah penduduk 4.395.938 jiwa.<br /><br />Kota Pontianak merupakan satu-satunya daerah yang lebih awal mencapai bonus demografi yakni pada tahun 2010 dengan rasio ketergantungan 47 dan berlanjut sampai tahun 2030.<br /><br />Terdapat dua kabupaten yang mencapai puncak bonus demografi dengan rasio ketergantungan paling rendah, yakni Kapuas Hulu pada tahun 2020 dan Ketapang pada tahun 2025.<br /><br />Dua kabupaten yakni Sambas dan Landak tidak menikmati bonus demografi karena sampai tahun 2035 rasio ketergantungan masih tinggi yakni masing-masing 53 dan 50.<br /><br />Terkait hal itu, dengan memperhatikan berbagai parameter kependudukan khususnya ketenagakerjaan, maka Pemprov Kalbar dan kabupaten/kota harus mempersiapkan perluasan kesempatan kerja, pengembangan sektor ekonomi dan peningkatan kualitas SDM (pendidikan dan keterampilan).<br /><br />Ia menyarankan agar Kalbar menyusun desain besar ketenagakerjaan, dengan melakukan pemetaan potensi kesempatan kerja di tiap kabupaten/kota untuk menjaga ketersediaan lapangan kerja.<br /><br />Kemudian, perlunya dukungan kebijakan untuk mendorong investasi padat karya dan memfasilitasi pelatihan peningkatan keterampilan tenaga kerja, dengan tetap fokus memperbaiki kualitas hidup masyarakat mulai pendidikan, kesehatan dan penguasaan teknologi. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Wempi Tinjau Pasar Murah Ramadan di Malinau Utara, Warga Antusias Berburu Sembako Murah
Kepala Kesbangpol Sintang Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H
Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Polres Bahas Situasi dan Kondisi Daerah
 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII
Oknum Anggota Polsek Seberuang Dikenai Sanksi Adat “Pamali” oleh Masyarakat Adat Kantuk
Pemprov dan UBT Bahas Peluang Kuliah bagi Anak Daerah Kaltara
Bahas Tapal Batas Bupati Berau Ketemu Bupati Kutai Timur
Wakil Bupati Sintang Dampingi Tim Wasev Sterad Tinjau TMMD ke-127 di Kapuas Kanan Hilir

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:45 WIB

Bupati Wempi Tinjau Pasar Murah Ramadan di Malinau Utara, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:26 WIB

Kepala Kesbangpol Sintang Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:20 WIB

Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Polres Bahas Situasi dan Kondisi Daerah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:38 WIB

 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:54 WIB

Oknum Anggota Polsek Seberuang Dikenai Sanksi Adat “Pamali” oleh Masyarakat Adat Kantuk

Berita Terbaru

Eksekutif

 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII

Jumat, 6 Mar 2026 - 22:38 WIB