Home / Tak Berkategori

Kalbar Peroleh Rp 19,1 Miliar Untuk Jampersal

- Jurnalis

Senin, 4 April 2011 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Andy Jap mengungkapkan, provinsi itu memperoleh bantuan dana jaminan persalinan sebesar Rp19,1 miliar dari pemerintah pusat. <p style="text-align: justify;">"Alokasi dana tersebut untuk masyarakat yang selama ini persalinannya terhambat karena alasan biaya," kata Andy Jap di Pontianak, Senin.<br /><br />Menurut Andy Jap, jaminan persalinan (jampersal) tersebut benar-benar dialokasikan kepada masyarakat tidak mampu. Untuk persalinan yang dilakukan di rumah sakit harus melalui rujukan.<br /><br />"Jadi, kalau ada masyarakat yang mampu kemudian akan melahirkan dan meminta jampersal, itu tidak benar," tegas Andy Jap.<br /><br />Jampersal tersebut, kata dia, diberikan kepada kabupaten/kota berdasarkan ukuran perkiraan angka ibu yang akan melahirkan.<br /><br />"Nah di Kalbar itu diperkirakan akan ada 9.000 lebih ibu hamil yang akan melahirkan. Makanya, Kalbar mendapatkan alokasi jampersal sebesar Rp19,1 miliar itu," ungkap Andy Jap.<br /><br />Berdasar data Dinas Kesehatan Kalbar, per kabupaten/kota yang mendapatkan dana Jampersal itu akan semakin besar jika perkiraan angka ibu yang akan melahirkan tinggi.<br /><br />"Untuk Kabupaten Sambas dialokasikan sebesar Rp2,5 miliar, Ketapang sebesar Rp2,4 miliar, Kapuas Hulu dan Kota Pontianak sebesar Rp2,3 miliar, Sintang sebesar Rp2 miliar dan sisanya masing-masing mendapatkan Rp1 miliar," jelasnya.<br /><br />Tahun ini pemerintah pusat menyediakan Rp1,2 triliun untuk biaya persalinan bagi masyarakat Indonesia. "Dana tersebut khusus dimasukkan dalam Jampersal," katanya.<br /><br />Kadis Kesehatan menambahkan, tujuan Jampersal sendiri, seperti apa yang sudah dikatakan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih untuk mengurangi angka kematian ibu.<br /><br />Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Batarendro menyatakan, pihaknya hingga kini masih menunggu teknis pelaksanaan program Jampersal dari Kementerian Kesehatan.<br /><br />"Kami juga telah punya data ibu hamil dan tinggal melaksanakan kerja sama dengan Puskesmas atau rumah sakit untuk tempat persalinan," ujar Multi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan
Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa
Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi
Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali
Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau
Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal
Sekda Sintang Hadiri Sertijab Camat Binjai Hulu, Dorong Kades Buat Plang Nama Kampung

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:43 WIB

Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:57 WIB

Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali

Berita Terbaru