Kalbar Pintu Masuk TKI Ilegal 23 Provinsi

oleh

Provinsi Kalimantan Barat menjadi pintu masuk bagi tenaga kerja indonesia ilegal dari 23 provinsi di Indonesia. <p style="text-align: justify;"><br />"Itu dikarenakan letak geografis Provinsi Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Sarawak, Malaysia Timur," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalbar Jakuri Suni di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Jakuri menjelaskan, dari 23 provinsi tersebut didominasi oleh TKI ilegal seperti dari provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta,, Jawa Tengah, Maluku dan Nusa Tenggara Barat.<br /><br />"Para TKI itu seringkali menyalahgunakan visa kunjungan wisata, untuk selanjutnya bekerja dan menetap di Malaysia," jelasnya.<br /><br />Meski begitu, Jakuri menambahkan, jumlah TKI legal dari Kalimantan Barat pada tahun 2012 menurun dibandingkan pada tahun 2011.<br /><br />"Saat ini tercatat sebanyak 2.000 TKI Kalbar yang bekerja di Sarawak, Malaysia Timur, pada 2012. Sedangkan, pada 2011 mencapai 3000 orang," ungkap Jakuri.<br /><br />Menurut dia, semakin terbukanya lapangan pekerjaan di Kalbar yang membuat masyarakat lokal lebih memilih bekerja di daerahnya.<br /><br />Apalagi dibanding bekerja di Sarawak Malaysia Timur, nilai gaji yang diterima tidak jauh berbeda, katanya.<br /><br />Seperti, pada sektor perkebunan sawit yang banyak memerlukan tenaga kerja, malah tidak sedikit guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut, dengan mendatangkan tenaga kerja dari luar Pulau Kalimantan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>