Kalbar Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Krisis Pangan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pertanian setempat sedang mempersiapkan langkah strategis dalam mengantisipasi krisis pangan dunia yang diprediksi akan melanda wilayah Asia Tenggara pada 2025. <p style="text-align: justify;">"Kami saat ini sudah mempersiapkan langkah strategis, yakni dengan mengarahkan investasi ke industri hilir untuk produk-produk pertanian dan kebutuhan pangan," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Hazairin di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Kalbar umumnya hanya mengenal tanaman pangan, seperti padi dan beras, padahal masih banyak tanaman pangan lainnya yang setara dengan beras.<br /><br />"Seperti ubi, jagung, kedelai dan sejenisnya dapat diolah dan dikonsumsi sebagai panganan yang dapat menjadi pengganti beras," ujarnya.<br /><br />Dengan pengolahan pangan selain beras, lanjutnya, diharapkan masyarakat akan terbiasa mengkonsumsi panganan yang berasal dari produk-produk pertanian bukan beras, sehingga hasil pertanian lokal dapat memiliki daya guna yang lebih tinggi dan secara tidak langsung akan mendorong semangat para petani untuk semakin bersemangat memproduksi tanaman pangan bukan padi.<br /><br />"Tidak berarti padi kita tinggalkan, namun padi terus kita kembangkan sejalan dengan tanaman-tanaman lain," ujar Hazairin.<br /><br />Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar menambahkan, saat ini sudah ada beberapa investor yang melirik potensi industri hilir tanaman pangan di Kalbar, terutama jagung karena kalbar cukup prospek untuk komoditas tersebut.<br /><br />Selain itu menurut Hazairin, Badan Ketahanan Pangan juga akan turut bekerja sama dalam percepatan program tersebut, dan diharapkan kepada masyarakat untuk terus memaksimalkan sumber daya alam yang ada, dengan terus menanam.<br /><br />"Tanaman yang bisa ditanam, seperti yang telah beberapa kali disampaikan oleh gubernur Kalbar, bahwa Kalbar harus bisa menjadi provinsi yang mandiri pangan," ungkapnya.<br /><br />Sebelumnya, Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan, Prmprov Kalbar sangat mendukung pengembangan pertanian dengan memperluas dan mendorong areal tanam, sehingga ke depan Kalbar mampu mandiri dan menjadi lumbung pangan pulau Kalimantan.<br /><br />"Saya sebagai Gubernur Kalbar sangat mendukung pengembangan pertanian agar ke depan provinsi ini menjadi lumbung pangan Pulau Kalimantan dan nasional," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>