Kalbar Target 8.000 Peserta Natal Oikumene

oleh

Panitia Natal Provinsi Kalimantan Barat menargetkan 8 ribu orang bakal hadir pada perayaan Natal Oikumene dan Natal se-Kalimantan yang dipusatkan di Pontianak, Senin (6/1). <p style="text-align: justify;">"Peserta bakal datang dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri," kata Ketua Panitia Natal Oikumene se-Kalbar dan Natal Dayak se-Kalimantan, Kartius di Pontianak, Kamis.<br /><br />Perayaan Natal itu akan diselenggarakan di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir Pontianak Kota, mulai pukul 17.00 WIB.<br /><br />Ia melanjutkan, panitia mengundang utusan dan perwakilan dari berbagai daerah. Misalnya dari Jakarta, serta empat provinsi lain di Kalbar.<br /><br />Kemudian, ia menambahkan, perwakilan dari luar negeri seperti Kuching (Sarawak) dan Kota Kinabalu (Sabah).<br /><br />Sementara untuk tokoh nasional, yang diundang Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, mantan Kajati Kalbar Jasman Panjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi.<br /><br />Sedangkan untuk Kalimantan, juga diundang seluruh gubernur, wali kota, bupati, ketua paguyuban dan organisasi baik yang Muslim maupun bukan.<br /><br />Ia melanjutkan, melalui perayaan Natal tersebut, diharapkan pula mampu memperbaiki indeks pembangunan manusia (IPM) masyarakat Kalbar.<br /><br />"Tema utamanya sendiri, Datanglah Ya Raja Damai," ujar Kartius yang juga Asisten III Setda Kalbar itu.<br /><br />Panitia terus melakukan persiapan intensif untuk menyambut gawe akbar tersebut.<br /><br />"Kami sudah beberapa kali rapat dan menyiapkan jadwal untuk acara tersebut," katanya.<br /><br />Selain itu, menyediakan angkutan untuk membawa peserta dari berbagai daerah di Kalbar.<br /><br />Ia berharap, ke depannya, pelaksanaan perayaan Natal akbar untuk Kalimantan tidak lagi digelar di Jakarta.<br /><br />"Tapi di ibukota provinsi secara bergantian. Peserta yang datang tidak hanya membawa gigi dan gusi, tetapi juga uang untuk dibelanjakan yang otomatis dapat mendorong ekonomi daerah," kata Kartius.<strong> (das/ant)</strong></p>