Kalbar Tunggu Helikopter Pemadam Kebakaran Lahan

oleh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat masih menunggu kedatangan helikopter yang disiagakan untuk memadamkan kebakaran lahan di lokasi yang sulit dijangkau. <p style="text-align: justify;">"Minggu ini, dua helikopter yang sebelumnya disiagakan di Kalbar, rencananya akan kembali datang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar TTA Nyarong di Pontianak, Selasa.<br /><br />Dua helikopter yang disiagakan yakni jenis MI-8 di Bandara Supadio Pontianak, dan Bolco di halaman Kantor Gubernur Kalbar di Jalan Akhmad Yani Pontianak.<br /><br />Menurut dia, saat ini helikopter jenis MI-8 tengah berada di Kalimantan Tengah. Sedangkan untuk jenis Bolco, diperbantukan di Palembang, Sumatera Selatan.<br /><br />Ia melanjutkan, pembiayaan kedua helikopter itu ditanggung pemerintah pusat. "Daerah hanya menerima saja," kata dia.<br /><br />Ia menambahkan, biaya operasional untuk helikopter Balco setiap kali beroperasi berkisar Rp25 juta. "Kalau MI-8, lebih mahal karena kapasitasnya jauh lebih besar. Satu jam, sekitar Rp125 juta," kata TTA Nyarong.<br /><br />Ia mengakui, dengan biaya operasional tersebut, sepatutnya upaya pemadaman melalui jalur udara menjadi lebih efektif.<br /><br />"Selain udara, didukung pula oleh operasi darat, atau melalui jalur darat," kata TTA Nyarong.<br /><br />Sementara itu cuaca di Kota Pontianak dan sekitarnya terlihat lebih cerah setelah beberapa hari sebelumnya diselimuti kabut asap cukup tebal.<br /><br />Hujan deras yang mengguyur Kota Pontianak dan sekitarnya pada Senin (6/10) sore membuat kabut asap menipis.<br /><br />Berdasarkan data Tim Penanggulangan Bencana Kabut Asap Provinsi Kalbar, daerah terbanyak yang terdeteksi hotspot di Kabupaten Ketapang. Tim menyurati Bupati Ketapang agar menindaklanjuti upaya pemadaman di wilayah itu. <strong>(das/ant)</strong></p>