Kalsel Alami Surplus Daging Sapi

oleh

Provinsi Kalimantan Selatan mengalami surplus daging karena stok sapi potong baik harian, bulanan, maupun tahunan tersedia melebihi kebutuhan masyarakat. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Peternakan Kalsel Sabrie Madani di Banjarbaru, Senin, mengatakan suprlus daging hewan ternak itu karena ketersediaan melebihi kebutuhan sehingga tidak perlu khawatir kekurangan daging.<br /><br />"Kalsel masih surplus daging sapi karena ketersediaan sapi potong baik harian, bulanan, maupun tahunan melebihi kebutuhan masyarakat termasuk selama Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya.<br /><br />Menurut Sabrie didampingi Kabid Bina Usaha Rina Savita, ketersediaan sapi potong harian sebanyak 117 ekor dan kebutuhan mencapai 87 ekor sehingga masih tersedia stok sebanyak 30 ekor sapi.<br /><br />Untuk kebutuhan sapi bulanan sebanyak 2.642 ekor dan ketersediaan sapi potong di kandang-kandang peternak sebanyak 3.500 ekor sehingga masih tersedia 858 ekor sapi setiap bulan yang menjadi stok.<br /><br />"Sementara, stok tahun juga mencukupi dan masih tersedia 10.300 ekor sapi karena kebutuhan dalam setahun hanya sebanyak 31.700 ekor, sedangkan ketersediaan sebanyak 42.000 ekor," ungkapnya.<br /><br />Dikatakan, jenis sapi potong yang tersebar di peternakan besar maupun kandang-kandang peternak skala kecil yakni jenis sapi Bali, sapi Madura yang berasal dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.<br /><br />Dijelaskan, sapi potong itu didatangkan pemasok yang menyuplai ke sejumlah peternakan dan peternak skala kecil secara bertahap kemudian sapi dipelihara dan digemukkan sebelum di jual ke pedagang maupun individu.<br /><br />"Pasokan sapi ke peternak besar maupun kecil dilakukan bertahap dengan jumlah mencapai puluhan hingga ratusan ekor dalam satu kali kirim sehingga jumlah stok mampu memenuhi kebutuhan," ujarnya.<br /><br />Ditambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait di kabupaten dan kota melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kesehatan sapi terutama di kandang-kandang sebelum di jual atau dipotong.<br /><br />"Sejauh ini, kondisi kesehatan sapi terjaga dan tidak ada laporan sapi yang terserang penyakit. Namun kami tetap berkoordinasi dengan dinas di kabupaten dan kota mengawasi kesehatan sapi," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>