Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan mengintensifkan program pembangunan sektor perkebunan jangka menengah yang diharapkan bisa terealisasi bertahap dalam tahun 2011- 2015. <p style="text-align: justify;">"Program yang disiapkan sejalan dengan visi dan misi Dinas Perkebunan dengan sasaran meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kalsel, Fitri Rifani di Banjarbaru, Senin.<br /><br />Ia mengatakan, program utama pembangunan perkebunan jangka menengah tahun 2011-2015 terdiri atas program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan secara berkelanjutan.<br /><br />Kegiatan prioritas yang dilaksanakan meliputi pengembangan tanaman tahunan, penyegar perkebunan seperti karet, kelapa sawit, kelapa dalam, kopi, kayu manis, kakao dan komoditas perkebunan lainnya.<br /><br />"Selain itu, juga pengembangan perbenihan, kebun induk, percontohan perkebunan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sebagai upaya perlindungan usaha dan tanaman perkebunan," ujar Fitri Rifani.<br /><br />Program utama tersebut juga menyangkut upaya meningkatkan nilai tambah, daya saing di pasaran dalam dan luar negeri, pengolahan, pemasaran dan ekspor hasil perkebunan.<br /><br />Pembinaan dan peningkatan peran kemitraan perkebunan, peningkatan kemitraan, dan peningkatan mutu produk perkebunan serta sasaran pembangunan dalam meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani perkebunan.<br /><br />Fitri Rifani menambahkan, program lainnya menyangkut penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana perkebunan dengan kegiatan prioritas inventarisasi pemanfaatan lahan, uji terap lapangan pupuk dan pestisida.<br /><br />"Program itu diimbangi dengan pengawasan dan pengujian OPT, peningkatan penggunaan alat dan mesin dalam upaya meningkatkan produksi perkebunan, sehingga mencapai hasil sesuai yang diharapkan," ujarnya.<br /><br />Dikatakan, indikator kinerja tahun 2011-2015 adalah pertumbuhan luas perkebunan rata-rata 3,66 persen per tahun dan pertumbuhan produksi perkebunan rata-rata 4,5 persen per tahun.<br /><br />Program lainnya meningkatnya mutu daya saing hasil unggulan perkebunan mencapai rata-rata 95 persen sesuai standar nasional Indonesia (SNI) sehingga mutunya memenuhi standar.<br /><br />Meningkatkan jumlah efisiensi pengelolaan bidang sadap karet sesuai anjuran teknis mencapai 94 persen dari luas kebun produksi.<br /><br />"Indikator kinerja lainnya menyangkut jumlah pemanfaatan lahan cadangan perkebunan mencapai 63,35 persen atau setara 688.028 hektare dari luasan cadangan RTRWP 1.086.123 hektare," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















