Kalsel Kirim 22 Pelajar Ke Popcanas

oleh

Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengirimkan sebanyak 22 pelajar cacat ke Pekan Olahraga Pelajar Cacat Nasional (Popcanas) di Riau, 19-21 Oktober 2011. <p style="text-align: justify;">Ke-22 atlet pelajar cacat tersebut dikirim setelah menjuarai berbagai cabang pada pekan olah raga pelajar cacat daerah (Popcada) se Kalsel, 22 September 2011 lalu di banjarbaru, kata salah seorang ofisial atlet Kalsel, Muhamad di balaikota Banjarmasin, Jumat.<br /><br />Dari 22 atlet cacat Kalsel tersebut sebanyak delapan orang diantaranya adalah atlet Kota Banjarmasin, kata Muhamad yang juga dikenal sebagai seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Banjarmasin.<br /><br />Didampingi seorang staf Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banjarmasin, Dra Astuti, Muhamad Mengakui bahwa dirinya ditunjuk hanya mendampingi delapan orang atlet pelajar cacat Banjarmasin, karena ada beberapa orang berasal dari anak didiknya di SLB Pelambuan Banjarmasin.<br /><br />Menurut Muhamad, untuk atlet cacat Banjarmasin hanya mengikuti cabang renang, bulu tangkis, dan atletik. Sementara atlet lainnya hampir semua cabang yang dipertandingkan.<br /><br />Menghadapi kejuaraan atlet cacat tersebut, pihaknya akan mengkarantina atlet mereka agar memiliki kesiapan menghadapi kejuaraan yang berlangsung di Pulau Sumatera tersebut.<br /><br />Memang Muhamad mengakui, adanya kesulitan membina atlet pelajar yang cacat ini, karena sebagian mereka adalah cacat mental, bukan cacat fisik, sehingga pembimbing harus sabar dan telatin.<br /><br />Daya pikir mereka bukan seperti orang lain, karena kalau mereka lagi senang masih mudah saja membimbingnya, tetapi kalau mereka ngambek ya sulit membujuknya.<br /><br />"Pelajar cacat mental ini, memang harus selalu didampingi, karena mereka setiap saat harus diberi pelajaran dan bimbingan, pelajaran dan bimbingan itu harus dilakukan berulang-ulang sebab mereka suka lupa apa yang sudah kita ajarkan, termasuk bagaimana cara bertanding," kata Muhamad.<br /><br />Muhamad berharap keberangkatan anak didiknya itu hendaknya memperoleh respon dari pemerintah kota Banjarmasin, karena sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah setempat.<br /><br />"Keberangkatan kami ini dibantu Pemprov Kalsel melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, sementara dari Pemkot Banjarmasin sendiri belum ada bantuan apapun," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>