Kalsel Melebihi Jatah Elpiji Enam Persen

oleh

General Manager Marketing Opration Regen VI Kalimantan Faris Azis mengungkapkan, Provinsi Kalimantan Selatan melebihi enam persen dari jatah konversi minyak tanah ke gas elpiji pada tahun 2013. <p style="text-align: justify;">"Pada 2013 Kalsel mendapat jatah konversi elpiji sebanyak 22 ribu lebih metrikton, namun realisasinya mencapai 23.000 lebih metrikton atau melebihi enam persen," ungkapnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Kamis.<br /><br />Ia menambahkan, jatah konversi tersebut hanya untuk tabung isi tiga kilogram (kg) dan diperuntukan bagi masyarakat golongan ekonomi tidak mampu atau menengah ke bawah.<br /><br />Namun dia tidak menyebut jatah elpiji Kalsel tahun 2014, karena sifatnya sangat fluktuatif, baik per hari maupun per bulan, kecuali menyatakan, harga eceran tertinggi (HET) berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat.<br /><br />Sebagai contoh dari empat kabupaten/kota di Kalsel yang sudah melaksanakan konversi elpiji sejak dua tahun lalu, baru Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yang sudah menetapkan HET, yaitu Rp15.500/tabung (isi tiga Kg).<br /><br />Mengenai kelangkaan elpiji di Kalsel seperti terjadi belakangan, menurut dia, hal itu mungkin tidak terlepas dengan belum semua dari 13 kabupaten/kota se-provinsi tersebut mendapat program konversi.<br /><br />"Mungkin jatah dari daerah yang mendapat konversi, lari ke daerah yang belum mendapatkan koversi," lanjutnya dalam pertemuan yang dipandu Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Puar Junaidi.<br /><br />"Hal itu perlu perhatian dan pengawasan bersama. Sebab Pertamina tak mungkin melakukan pengawasan maksimal, karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM)," demikian Faris Azis.<br /><br />Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi (termasuk bahan bakar/elpiji) berharap, agar Pertamina tetap menjaga ketersediaan jenis bahan bakar rumah tangga tersebut.<br /><br />"Kelangkaan elpiji jangan sampai terulang, seperti halnya bahan bakar minyak, agar tidak membuat resah masyarakat yang sudah terlanjur mengganakan gas elpiji," demikian Puar. <strong>(das/ant)</strong></p>