Penetapan wilayah Kalimantan Selatan sebagai lumbung energi nasional dalam program pengembangan koridor ekonomi pada kerangka pembuatan master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) diharapkan tidak mempercepat kerusakan lingkungan. <p style="text-align: justify;">Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin usai rapat koordinasi kegiatan penelitian mendukung pelaksanaan PM3EI di Banjarmasin Kamis mengatakan, untuk melindungi lingkungan di Kalsel diperlukan beberapa perubahan peraturan.<br /><br />"Perlu segera dilakukan perubahan peraturan terutama untuk mendukung investasi dan regulasi di daerah ini," katanya.<br /><br />Menurut Gubernur, kendati Kalsel menjadi satu lumbung energi nasional, setiap eksploitasi yang dilakukan selalu memperhatikan kaidah-kaidah pelestarian lingkungan.<br /><br />Selain itu, kata dia, juga akan didukung dengan pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan perkembangan energi yang diharapkan.<br /><br />"Saya yakin seluruh kebijakan telah disertai dengan kajian-kajian yang tepat terutama dalam pelestarian lingkungan hidup," katanya.<br /><br />Hanya saja, kata dia, untuk mendukung pelaksanaan koridor ekonomi dalam kerangka MP3EI di Kalsel mendesak diselesaikannya pembangunan infrastruktur agar terjadi konektivitas antardaerah.<br /><br />Pembangunan jalan yang menghubungkan daerah di Kalsel dan di Kalimantan sangat penting untuk segera diselesaikan.<br /><br />Selain itu, kata dia, pembangunan infrastruktur lainnya seperti pelabuhan, bandara, jembatan dan lainnya perlu dilakukan percepatan bukan saja oleh pemerintah tetapi juga swasta dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.<br /><br />"Makanya Rakor kali ini salah satunya untuk membahas masalah potensi yang akan dikembangkan dan kebutuhan yang diperlukan," katanya.<br /><br />Rakor yang didukung beberapa kementerian antara lain dari kementerian Riset dan Teknologi serta dari Kementerian Dalam Negeri tersebut diharapkan mampu merumuskan kebutuhan daerah ini untuk pembangunan teknologi.<br /><br />Rencananya, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta hadir pada acara tersebut, pada Kamis (26/1) malam untuk mengisi acara didampingi Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dan tujuh pejabat nasional terkait lainnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















