Kalsel Terancam Kelangkaan Gula

oleh

Ketua Komisi II bidang ekonomi keuangan DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Ihsanudin memperkirakan, provinsinya yang terdiri 13 kabupaten/kota dan berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa, kini terancam kelangkaan gula pasir. <p style="text-align: justify;">Perkiraan ancaman tersebut berdasarkan pemantauan dan informasi dari sejumlah distibutur gula di Kalimantan Selatan (Kalsel), ungkap wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu di Banjarmasin, Kamis (09/12/2010).<br /><br />"Kami sudah melakukan pengecekan lapangan dan minta informasi kepada sejumlah distributur gula, seperti CV Nella Aftah dan PT Bintang Asia Sejahtera, ternyata peresdiaan gula untuk kebutuhan Kalsel kurang," tandasnya.<br /><br />"Dengan kelangkaan tersebut dikhawatirkan harga gula di daerah kita akan semakin mahal. Karena seperti keadaan sekarang harga gula pasir di tingkat distributur sudah mencapai Rp10.700/Kg," lanjutnya.<br /><br />Ia mengungkapkan, dari kedua distributur ketersediaan gula saat ini hanya sekitar 6.000 ton, termasuk 3.750 ton yang bermasalah atau sedang dalam pengamanan pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banjarmasin.<br /><br />Sementara kebutuhan gula di Kalsel, baik menurut distributur maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi setempat, mencapai 10.000 ton.<br /><br />"Berdasarkan pengakuan pihak Bintang Asia, mereka akan mendatangkan kembali sebanyak 4.000 ton gula ke Kalsel, namun realisasinya belum diketahui pasti karena masih menunggu Surat Persetujuan Perdagangan Gula Antar Pulau (SPPGAP) dari daerah pengirim," katanya.<br /><br />Sedangkan Nella tak bisa mendatangkan gula lagi ke Kalsel karena ketiadaan modal, seiring dengan pengamanan sebanyak 3.700 ton dari Polresta Banjarmasin, katanya.<br /><br />Ia berharap, tanpa mengenyampingkan penegakkan hukum pihak kepolisian dapat meloloskan gula sebanyak ribuan ton yang dalam pengamanan mereka, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalsel.<br /><br />"Mungkinkah aparat penegak hukum di Kalsel bisa meloloskan gula ribuan ton guna memenuhi kebutuhan masyarakat, namun proses hukum tetap jalan," kata Muhammad Ihsanudin.<br /><br />Sebelumnya H Hasmy Fadillah Akbar, anggota Komisi II DPRD Kalsel dari Partai Golkar mengungkapkan, dari pemantuan di lapangan, harga gula pasir sudah mencapai Rp12.300/Kg seperti di Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), 165 Km dari Banjarmasin.<br /><br />"Harga gula Rp12.300/Kg itu ketika harga di tingkat distributur belum mencapai Rp10.700/Kg. Tapi dengan harga di distributur sudah Rp10.700/Kg dan ditambah makin menipisnya persediaan, maka kemungkinan harga gula semakin mahal," tandasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>