Kalsel Waspadai Meluasnya Kebakaran Hutan

oleh

Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan terus mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan di provinsi tersebut, seiring masim kemarau panjang tahun ini. <p style="text-align: justify;">"Apalagi Kalsel seperti saat ini, terdapat 257 titik api (hotspot) yang tersebar pada sejumlah kabupaten/kota, termasuk kawasan hutan," ujar Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) provinsi setempat Rakhmadi Kurdi, di Banjarmasin, Kamis.<br /><br />Ia menyatakan, berkat kewaspadaan dan antisipasi, ia bersyukur hanya beberapa hektare kawasan hutan Kalsel yang terbakar pada musim kemarau tahun ini.<br /><br />"Kita berharap kewaspadaan terus ditingkatkan dan antisipasi dilakukan agar kebakaran kawasan hutan jangan makin bertambah banyak," lanjutnya menjawab ANTARA Kalsel lewat telepon seluler.<br /><br />Berdasarkan hasil pemantauan Dishut Kalsel sejak awal musim kemarau tahun ini sampai sekarang, baru terjadi kebakaran kawasan hutan pada dua titik.<br /><br />"Kebakaran itu terjadi kemaren (12/9), di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, sekitar lima hektare (ha)," ungkap mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel tersebut.<br /><br />"Sedangkan dari daerah-daerah atau perusahaan yang mengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) belum ada laporan. Kita berharap, semoga tidak terjadi kebakaran di kawasan itu," lanjutnya.<br /><br />Mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran kawasan hutan, dia menyatakan, pihaknya selain mensiagakan polisi hutan (polhut), juga bekerja sama dengan semua elemen masyarakat.<br /><br />Sebagai contoh memberdayakan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), yang hampir terdapat pada semua kabupaten/kota se Kalsel serta Manggala Agni.<br /><br />"Kelompok masyarakat seperti MPA tersebut, kami minta segera melaporkan kalau mengetahui ada kebakaran lahan kawasan hutan, jika mereka tak mampu mengatasi," tuturnya.<br /><br />"Alhamdulillah sistem jaringan informasi dan pelaporan tersebut jalan, sehingga kita bisa melakukan penanggulangan secara dini atas setiap kejadian kebakaran kawasan hutan," lanjutnya.<br /><br />Sebagai contoh ketika kebakaran kawasan Tahura Sultan Adam, masyarakat yang memberikan laporan, sehingga petugas Dishut segera melakukan penanganan dan tidak sempat meluas.<br /><br />Penyebab kebakaran lahan kawasan Tahura Sultan Adam tersebut diduga karena kelalaian warga masyarakat, seperti membuang puntung rokok seenaknya pada rerumputan yang mengering akibat kemarau, demikian Rakhmadi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>