Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencatat pada Bulan April Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, ini merupakan akumulasi dari inflasi yang terjadi di Sampit dan Palangka Raya. <p style="text-align: justify;">Komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi dan memberi andil terbesar terhadap inflasi adalah bawang merah. Komoditas ini sangat fluktuatif sejak tiga bulan terahir.<br /><br />Baik di Palangka Raya maupun di Sampit, komoditas bawang merah merupakan salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi dan memberi andil terbesar terhadap inflasi bulan April.<br /><br />Di Palangka Raya, bawang merah member andil terhadap inflasi sebesar 0,19 persen. sementara di Sampit, kontribusi bawang merah terhadap inflasi sebesar 0,18 persen.<br /><br /> Pada dua kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen ini, masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,12 persen di Palangka Raya dan 0,16 persen di Kota Sampit selama April 2013 Kata Panusunan Siregar, Kepala BPS Kalteng Rabu.<br /><br />Secara umum BPS mencatat, untuk Palangka Raya komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi pada Bulan April antara lain bawang merah, ikan baung, ikan saluang, bahan bakar rumah tangga dan gula pasir.<br /><br />Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi terjadi pada komoditas udang basah, bayam, semangka, ikan mas dan bawang putih.<br /><br />Di Kota Sampit, komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi terjadi pada komoditas bawang merah, ikan tongkol, cabe rawit, jeruk dan ikan selar. sementara komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi terjadi pada komoditas emas perhiasan, bawang putih, ikan patin, sawi hijau dan daging ayam ras.<br /><br />BPS Kalteng mencatat, dari delapan kota di wilayah Kalimantan yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), semuanya mengalami inflasi di Bulan April. inflasi tertinggi terjadi di Kota Singkawang sebesar 0,64 persen, Tarakan 0,41 persen, Pontianak 0,29 persen, Samarinda 0,21 persen, Sampit 0,16 persen, Palangka Raya 0,12 persen, Balik Papan 0,11 persen dan Banjarmasin 0,04 persen.<br /><br />Secara kumulatif, selama delapan tahun terahir, Kalteng selalu mengalami inflasi. inflasi tertinggi terjadi tahun 2005 sebesar 12,02 persen. disusul inflasi tahun 2008 sebesar 10,44 persen. sedangkan inflasi terendah selama delapan tahun terahir terjadi pada 2009 sebesar 2,02 persen.<br /><br />Selama April 2013, dari 66 kota di Indonesia yang menghitung IHK, 28 kota mengalami inflasi dan 38 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang Sidempuan sebesar 0,81 persen. sedang deflasi tertinggi terjadi di Kota Maumere sebesar 1,20 persen. <strong>(das/ant)</strong></p>


















