Tim olimpiade matematika dan astronomi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2012 bertekad menjadi juara lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional, kata Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Guntur Talajan SH M.Pd. <p style="text-align: justify;">Salah satu kunci keberhasilan diajang olimpiade matemetika dan astrononi tingkat nasional maupun internasional adalah para siswa harus berlatih soal-soal dan mengetahui silabus olimpiade sains nasional (OSN), katanya di Palangka Raya, Rabu.<br /><br />"Ini merupakan salah satu ajang yang paling dinantikan oleh siswa berprestasi di bidang sains adalah olimpiade sains nasional (OSN). Guna meningkatkan kualitas dan eksistensi siswa Kalteng, maka diperlukan bimbingan dan disiplin," ujarnya.<br /><br />Dengan demikian, maka siswa yang sudah dibekali bimbingan dan disiplin mendalami soal-soal maupun silabus olimpiade sains nasional tersebut, diharapkan benar-benar mampu menjadi juara, baik tingkat nasional maupun internasional.<br /><br />"Bimbingan kelas olimpiade juga salah satu upaya untuk membekali siswa, bahkan dengan mendatangkan trainer dari lembaga berkompeten di bidang sains tingkat nasional maupun internasional diharapkan dapat mewujudkan tekad Kalteng menjadi juara diajang tersebut," tegasnya.<br /><br />Bahkan ke depan, kata Guntur, pihaknya akan memberi bimbingan kepada siswa berprestasi di 13 kabupaten di Kalteng, sehingga kesempatan mendapat pendidikan bermutu dapat merata di semua daerah.<br /><br />"Kegiatan bimbingan tahun 2011 merupakan pilot project bagi Dinas Pendidikan Kalteng, dan diharapkan pada tahun mendatang merata hingga ke 13 kabupaten," tandasnya.<br /><br />Secara terpisah, Nor Halim M.Pd, Ketua Panitia Penyelenggara Bimbingan Kelas Unggulan Bidang Matematika dan Astronomi, menambahkan, pada 2011 tercatat 40 siswa telah mengikuti seleksi tingkat sekolah.<br /><br />"Ke-40 siswa tersebut dibagi dalam dua kelas, 20 siswa mengikuti bimbingan bidang metematika dan 20 siswa lainnya mengikuti bimbingan bidang astronomi," katanya.<br /><br />Pada bimbingan kali ini, pihaknya mendatangkan tiga instruktur atau trainer dari Surya Institut Jakarta, masing-masing Andreas Cabdrawijaya, Dicky Faradiana, dan Ruchyat. <strong>(das/ant)</strong></p>















