Kalteng Jadi Perhatian Tim Penanggulangan Kemiskinan Pusat

oleh

Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi perhatian tim penganggulangan kemiskinan pusat karena pemerintah dinilai berhasil menurunkan angka kemiskinan di daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">"Tadi saya baru saja menerima tim penanggulangan kemiskinan pusat. Kedatangan tim tersebut dalam rangka melihat keberhasilan upaya menekan angka kemiskinan," kata Wakil Gubernur Kalteng Ir H Acmad Diran di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Menurut mantan Bupati Barito Selatan ini, angka kemiskinan di Kalteng di bawah angka kemikinan nasional, yakni 6,54 persen sedang angka kemiskinan secara nasional 13 persen.<br /><br />"Tidak hanya itu saja, angka pengangguran di Kalteng juga lebih rendah jika dibandingkan secara nasional. Angka pengangguran Kalteng tercatat 3,88 persen dan nasional sebesar 7,1 persen," ujarnya.<br /><br />Angka kemiskinan maupun pengangguran tersebut, sebut dia, berdasarkan hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng dan bukan dari data yang diolah dari pemerintah provinsi.<br /><br />Keberhasilan itu tidak membuat pemerintah daerah ini puas, tapi terus melakukan berbagai kegiatan bernuansa pemberdayaan masyarakat sehingga upaya meminimalisir angka kemiskinan yang dinilai berhasil tersebut lebih giat lagi di masa mendatang.<br /><br />"Jadi, walaupun kita mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran, bukan berarti pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berdiam diri tapi terus melakukan upaya agar angka kemiskinan di Kalteng berada hingga dua persen," terangnya.<br /><br />Dalam upaya tersebut, katanya, pemerintah provinsi juga terbantu dengan adanya program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM), baik itu pedesaan maupun perkotaan.<br /><br />"PNPM sangat membantu dalam upaya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Kita berterimakasih kepada pemerintah pusat melalui PNPM tersebut," tegasnya.<br /><br />Begitu juga dengan program Kalteng Harati dan Kalteng Barigas, diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap angka kemiskinan dan pengangguran di provinsi tersebut masa mendatang. <strong>(das/ant)</strong></p>