Kalteng Perlukan Lembaga Kursus Pertambangan Dan Perkebunan

oleh

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalimantan Tengah (Kalteng), Guntur Talajan SH mengatakan, provinsi tersebut kini memerlukan tempat kursus dan pelatihan pertambangan dan perkebunan. <p style="text-align: justify;">"Kedua jurusan itu saat ini sangat diperlukan bagi Kalteng, ini tidak lain agar generasi muda di daerah ini bisa bersaing di pasar kerja perusahaan pertambangan dan perkebunan," katanya di Palangka Raya, Kamis.<br /><br />Berdasarkan kenyataan, katanya, lembaga kursus maupun pelatihan di Kalteng belum memiliki kedua jurusan tersebut. Ke depan tentu perlu diperhatikan oleh lembaga kursus dan pelatihan.<br /><br />"Kita berharap kedepan lembaga kursus dan pelatihan bisa membuka kedua jurusan tersebut, mengingat saat ini Kalteng merupakan tujuan investor di bidang pertambangan dan perkebunan," ujarnya.<br /><br />Peluang kerja bagi generasi muda terbuka, bila rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Kalteng disahkan DPR-RI. Selama ini belum disahkannya RTRWP Kalteng investor belum berani membuka usahanya di bidang pertambangan dan perkebunan.<br /><br />"Kita berharap dengan masuknya investor pertambangan dan perkebuna di Kalteng dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, terutama sekali membuka lapangan kerja dan dampak ekonomi lainnya," terangnya.<br /><br />Direktorat Pembinaan dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Nasional RI, Dr Yusuf Muhidin mengatakan, jumlah lembaga kursus dan pelatihan di Indonesia sebanyak 14 ribu. Keberadaan lembaga kursus dan pelatihan mampu meningkatkan sumber daya manusia (SDM).<br /><br />"Dalam membuka lembaga kursus dan pelatihan, hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan adalah, melihat potensi dari daerah itu sendiri," tegasnya.<br /><br />Begitu juga di Kalteng, sebut dia, lembaga kursus dan pelatihan harus melihat potensi apa yang harus dilakukan di daerah yang kaya akan bahan tambang, hasil kayu dan perkebunan. Karena kursus dan pelatihan bisa menjawab hal tersebut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>