Kalteng Siapkan Mental Peserta UN SMP

oleh

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Guntur Talajan mengaku pihaknya saat ini sedang menyiapkan mental sebanyak 36.930 siswa peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). <p style="text-align: justify;">"Semua SMP telah diminta melakukan rekoleksi ataupun bimbingan rohani sesuai agama masing-masing. Jadi mengikuti UN sudah siap dan tidak ada kekhawatiran," kata Guntur di Palangka Raya, Sabtu.</p> <p style="text-align: justify;">Ia mengatakan UN SMP akan diikuti 26.086 siswa SMP, 6.087 siswa MTs dan 21 siswa SMPLB, ditambah peserta ujian paket B sebanyak 1990 siswa, serta ujian setingkat paket B (Wustha) sekitar 378 peserta.</p> <p style="text-align: justify;">Sedangkan mengenai soal UN, dirinya mengaku telah menyebarkan bahkan lebih cepat tiga hari dari jadwal seharusnya sampai ke kabupaten/kota se Kalteng.</p> <p style="text-align: justify;">Dimana pendistribusian tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat polda Kalteng dan tim dari Universitas Palangka Raya, sehingga dirinya memastikan tidak akan persoalan kebocoran soal UN.</p> <p style="text-align: justify;">"Jadi tidak ada masalah keterlambatan soal UN karena semua kabupaten juga sudah mendistribusikan ke tiap sekolah dan tidak ada permasalahan," tuturnya.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, lanjutnya Kepala Dinas Pendidikan kabupate/kota se-Kalteng juga telah dikoordinasikan dan diminta agar mempersiapkan penyelenggaraan UN sebaik-baiknya dan segera menyelesaikan berbagai persoalan teknis di lapangan.</p> <p style="text-align: justify;">Bahkan para guru silang yang akan mengawasi juga telah diberikan arahan agar lebih memahami pos dan menyampaikan segera apabila menemukan permasalahan.</p> <p style="text-align: justify;">Sedangkan bagi peserta didik yang tidak dapat mengikuti ujian karena sakit atau berhalangan hadir dapat mengikuti ujian susulan pada 29 sampai 2 Mei 2013. Dan Dinas Pendidikan Kalteng tidak akan pernah melarang siswa yang bermasalah hukum atau telah menikah untuk mengikuti UN.</p> <p style="text-align: justify;">"Panitia UN akan memfasilitasi siswa yang bermasalah dengan hukum. Kalau memang dalam proses di kepolisian ya ujiannya di kantor polisi. Intinya kami memperbolehkan semua siswa mengikuti ujia sesuai haknya," beber Guntur.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pendidikan Kalteng inipun menjamin pelaksanaan UN tingkat SMP akan berjalan lancar dan apabila terjadi permasalahan yang tidak terduga dapat segera teratasi. mensukseskan UN Panitia Provinsi Kalteng menjalin kerjasama dan melibatkan Universitas Palangka Raya (Unpar) yang bertugas memantau dan membantu mengawasi pelaksanaannya.</p> <p style="text-align: justify;">Kalau masih ada ditemukan lembar jawaban yang tipis seperti UN SMA tetap menjadi tanggungjawab pihak ketiga, karena Disdik hanya bertugas menyebarkan, kata Guntur. <strong>(phs/Ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"><br /> </p>