Kaltim Alokasikan Rp19 Miliar Untuk Kualifikasi Guru

oleh

Pemprov Kalimantan Timur mengalokasikan dana APBN 2014 sebesar Rp19 miliar untuk kegiatan peningkatan kualifikasi guru terutama bagi para guru TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang belum berijazah Strata Satu (S1). <p style="text-align: justify;">"Target kami untuk melakukan peningkatan kualifikasi guru hingga S1 dan S2 sebanyak 1.322 orang, baik dari guru PAUD hingga jenjang SLTA dan yang sederajat," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrim di Samarinda, Senin.<br /><br />Sedangkan khusus untuk tahun 2014, lanjut Musyahrim, akan dilakukan kualifikasi bagi Tutor PAUD se-Kaltim, yakni jumlahnya mencapai 490 orang.<br /><br />Sejak 2006 hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kaltim masih terus melakukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri di Kaltim maupun di luar Kaltim guna melakukan kualifikasi hingga SI maupun S2.<br /><br />Di antara perguruan tinggi yang melakukan kerjasama tersebut adalah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Sekola Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda, Universitas Terbuka, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Surabaya.<br /><br />Menurut dia, program kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi tersebut terus dilakukan hingga ke depan tidak ada tutor maupun guru di Kaltim yang tidak berijazah S1 atau hanya berijazah SMA dan SMK.<br /><br />Saat ini, lanjut dia, masih banyak guru terutama PAUD dan TK yang ijazahnya masih SMA dan yang sederajat, pasalnya jika harus memenuhi guru yang berkualifikasi, masih banyak TK dan PAUD di Kaltim yang pasti akan kekurangan guru.<br /><br />Guna menyukseskan program ini, Pemprov telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltim.<br /><br />Kerjasama ini penting sebab dukungan juga harus diberikan pemerintah kabupaten dan kota untuk keperluan data guru dan pemenuhan kesejahteraan guru.<br /><br />Guru harus berkualifikasi sehingga kapasitas mereka benar-benar memadai. Hal ini akan berpengaruh terhadap cara menularkan ilmunya kepada siswa, pasalnya dalam menempuh pendidikan S1 maupun S2, para guru harus mengambil program studi sesuai dengan yang diajarkan kepada siswa. <strong>(das/ant)</strong></p>