Kaltim Bangun Bendungan Senilai Rp386,93 Miliar

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama pemerintah pusat dan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) membangun bendungan irigasi di Marangkayu dengan nilai mencapai Rp386,93 miliar. <p style="text-align: justify;">"Pembangunan Bendungan Marangkayu dilaksanakan dengan pendanaan melalui tiga sumber yakni dari APBN, APBD Kaltim dan dari APBD Kabupaten Kukar," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim Husinsyah di Samarinda, Sabtu.<br /><br />Anggaran proyek pembangunan Bendungan Marangkayu dibayar dengan sistem pembiayaan tahun jamak, yakni mulai 2011 dan diprediksi bisa rampung pada 2013.<br /><br />Rincian dananya adalah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp87,35 miliar, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim Rp214,57 miliar, dan dari APBD Kukar sebesar Rp85 miliar.<br /><br />Bendungan ini didesain untuk mengairi persawahaan di daerah itu, sementara luas lahan yang mampu memanfaatkan air dari bendungan ini mencapai 3.000 hektare.<br /><br />Ditambahkan, kondisi daerah pertanian di Marangkayu saat ini diperkirakan memiliki potensi lebih dari 3.000 hektare. Sedangkan luas lahan yang tergarap belum sampai setengahnya, yakni baru seluas 1.300 hektare.<br /><br />Selain untuk jaringan irigasi, bendungan ini akan difungsikan sebagai suplai air baku dengan kapasitas 200 liter per detik, untuk pembangkit listrik dengan daya 135 KWH, pengendali banjir dan untuk waduk wisata.<br /><br />Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat melakukan peninjauan ke bendungan itu, Jumat kemarin, mengatakan dengan adanya bendungan itu, diharapkan Marangkayu bisa menjadi salah satu kawasan sentra pertanian di Kaltim.<br /><br />Gubernur berharap pembangunan bendungan itu sesuai dengan peruntukkannya, dan dapat berfungsi maksimal untuk mendukung pengembangan pertanian di daerah itu.<br /><br />"Saya tidak ingin pembangunan bendungan ini tidak dapat dimanfaatkan masyarakat, atau proyek ini akhirnya sia-sia dan membuang biaya. 3.000 hektare sawah bukan areal sedikit, sedangkan proyek pembangunan ini sangat besar," kata Awang. <strong>(das/ant)</strong></p>