Kaltim Berkomitmen Bangun Bandara Sebagai Jembatan Udara

oleh

Pemerintah Kalimantan Timur berkomitmen membangun infrastruktur khususnya bandara sebagai jembatan udara bagi masyarakat dalam rangka konektivitas antarwilayah di daerah ini. <p style="text-align: justify;">Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Kamis, mengatakan dalam kaitan itu pemprov siap menghibahkan dana untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Sepinggan dari 2.500 meter menjadi 3.250 meter.<br /><br />Ia mengatakan, Pemprov Kaltim juga akan terus melanjutkan pembangunan bandara di kawasan perbatasan, karena merupakan kawasan strategis nasional (KSN) dan menjadi beranda terdepan NKRI.<br /><br />"Kita berharap dukungan Kemenhub untuk Kaltim terus berlanjut, sehingga dari 22 bandara besar dan kecil yang tersebar di wilayah Kaltim minimal dapat didarati pesawat berbadan besar, sekelas Hercules dan ATR-72," katanya.<br /><br />Menurut dia, ini sangat penting karena rakyat Kaltim memimpikan terbangunnya jembatan udara untuk konektivitas antarwilayah.<br /><br />Awang Faroek mengatakan, pihaknya berkeinginan agar seluruh bandara di ibu kota kabupaten/kota memiliki panjang landasan minimal 2.000 meter.<br /><br />"Sejumlah bandara telah selesai dibangun, yakni Bandara Juwata di Tarakan dan Kalimarau di Berau. Selain itu ada Bandara Nunukan, Bandara Tanjung Harapan di Bulungan, Bandara Melalan di Kutai Barat dan Bandara Malinau. Bandara di Paser juga sudah masuk proses pembangunan, demikian juga Bontang, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara," ujarnya.<br /><br />Terkait dengan Bandara Samarinda Baru (BSB), Awang Faroek mengatakan sesuai hasil pertemuan dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan, sisi udara atau landasan pacu (runway) akan dibangun konsorsium lima BUMN, yakni PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, PT Pembangunan Perumahan dan PT Wijaya Karya.<br /><br />Menurut dia, sumber dana pembangunan landasan pacu BSB akan menggunakan APBD Kaltim namun sistem pembayaran secara bertahap atau sistem kerja sama.<br /><br />Selain itu, kata dia, jika landasan pacu sepanjang 2.250 meter yang nilainya diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun ditangani oleh BUMN, untuk apron senilai Rp30 miliar dananya melalui APBD dan taxiway untuk 2014 mendapatkan suntikan APBN melalui Kemenhub senilai Rp80 miliar.<br /><br />Awang Faroek juga mengajukan usulan nama untuk BSB, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Idris, sebagai salah satu pahlawan nasional dari Kaltim yang berjuang melawan Belanda dan diasingkan ke Sulawesi bahkan wafat di sana.<br /><br />"Kita juga sedang melaksanakan pembangunan Bandara Maratua untuk mendukung pengembangan sektor kepariwisataan di kawasan Kepulauan Derawan," tambahnya.<br /><br />Terkait pengelolaan Bandara, yakni Juwata, Kalimarau dan BSB kelak, menurut Awang Faroek bisa dikelola bersama antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi lewat perusahaan daerah dengan pemerintah pusat melalui unit pelaksana teknis (UPT) Kemenhub.<br /><br />Hal itu dapat dilakukan, karena masih sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Untuk itu, tim dari Dishub Kaltim bersama Direktorat Bandara Kemenhub segera membuat nota kesepahaman terkait rencana pengelolaan bersama tersebut.<br /><br />"Apapun ketentuan undang-undang akan kita taati. Kita ikuti saja aturan hukum yang ada. Dan ini adalah untuk kepentingan rakyat," ujarnya.<br /><br />Sementara itu, Direktur Bandara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Bambang Tjahjono menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemprov Kaltim, karena banyak bandara di daerah ini yang dibangun dengan dana daerah.<br /><br />Dia mengatakan, bandara tersebut, antara lain Bandara Kalimarau, Berau dan tiga Bandara di perbatasan. Dia juga mendukung rencana pengelolaan bersama bandara oleh daerah dan Kemenhub.<br /><br />"Desember 2013 kita telah menginisiasi untuk menawarkan pengelolaan bandara ke swasta, sehingga tidak hanya monopoli oleh Angkasa Pura. Hal ini juga diharapkan dapat membuat persaingan bisnis," katanya.<br /><br />Untuk itu, katanya, pertemuan ini akan ditindaklanjuti secara intensif antara tim Direktorat Bandara dengan tim Pemprov Kaltim. Karena, bandara merupakan proyek objek vital yang bisa menggerakkan perekonomian di daerah. <strong>(das/ant)</strong></p>