Dinas Pendidikan Kaltim akan mengevaluasi program pendidikan Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata dengan Prestasi Gemilang) yang digulirkan sejak 2009, yakni untuk mengetahui hambatan, keberhasilan serta berbagai persoalan terkait upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan itu. <p style="text-align: justify;">"Nantinya, evaluasi akan melibatkan banyak pihak, termasuk diharapkan peran dari media massa," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, H Musyahrim di Samarinda, Rabu.<br /><br />Program peningkatan pendidikan dengan nama Kaltim Cemerlang mulai digulirkan sejak Bapak Awang Faroek Ishak menjadi Gubernur Kaltim. Kami akan evaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan atau kekurangannya.<br /><br />Dilanjutkannya bahwa jika dalam evaluasi nanti dinilai berhasil, maka program itu akan dilanjutkan. Namun jika masih ditemukan kekurangan, maka kekurangan itu harus segera mendapat perbaikan sehingga ke depan dapat lebih baik.<br /><br />Terkait dengan itu, maka para wartawan dan media massanya diharapkan memberikan kritik sekaligus saran dalam evaluasi ini, pasalnya wartawan dianggap banyak mengetahui tingkat keberhasilan dan kekurangan yang ada karena sering turun ke lapangan.<br /><br />Sejauh ini, lanjut dia, manfaat Program Kaltim Cemerlang sudah banyak dirasakan oleh siswa dan para mahasiswa secara merata, baik yang berada di kawasan perkotaan maupun pedalaman, termasuk di daerah terpencil dan kawasan perbatasan.<br /><br />Pemerataan Program Kaltim Cemerlang karena melibatkan bupati dan wali kota yang tersebar di Provinsi Kaltim, yakni masing-masing dinas pendidikan setempat mengusulkan nama calon penerima beasiswa tidak mampu atau beasiswa prestasi ke Pemprov Kaltim.<br /><br />Sedangkan beasiswa Kaltim Cemerlang berlaku efektif mulai 2010 hingga 2012. Program ini juga direncanakan akan diteruskan hingga 2013 dan seterusnya, jika dari hasil evaluasi nanti ditemukan fakta lebih banyak manfaatnya.<br /><br />Pada 2010, beasiswa dalam program ini digulirkan senilai Rp70 miliar. Kemudian pada 2011 juga dengan nilai yang sama. Sedangkan pada 2012 nilainya juga tidak jauh berbeda.<br /><br />Terpisah, Ketua Tim Pengelola Beasiswa Kaltim Cemerlang 2011, Bohari Yusuf menilai penyaluran beasiswa melalui Kaltim Cemerlang yang senilai Rp70 miliar, secara umum menujukkan kepuasan bagi penerima maupun pengelonya.<br /><br />Alasannya adalah, dari dana yang disiapkan, hanya tersisa 3 persen yang tidak tersalur pada 2011, yakni dari Rp70 miliar yang ada, sudah tersalur Rp67,9 miliar, sedangkan sisanya yang Rp3 miliar tidak tersalur karena terhambat oleh administrasi.<br /><br />"Jika dibanding dengan 2010, maka penyaluran beasiswa Kaltim Cemerlang sudah lebih meningkat, pasalnya pada 2011 disalurkan pada tahun itu juga. Sedangkan pada 2010 baru disalurkan pada Januari tahun berikutnya," kata Bohari yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kaltim ini.<br /><br />Kritisi Sebelumnya, sejumlah anggota dewan mengkritisi program itu karena dianggap belum efektif berjalan sementara alokasi dana cukup besar, yakni 20 persen dari APBD.<br /><br />Sikap resmi dewan juga disampaikan pada rapat paripurna XV DPRD Kaltim berlangsung 13 Juli 2011 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, Wagub H Farid Wadjdy serta SKPD lainnya.<br /><br />Saat itu, seluruh fraksi dalam pandangan umumnya (PU) mengkritik kebijakan pemerintah. Misalnya, pihak Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kaltim melalui PU ditandatangani Hj Kasriyah selaku Ketua Fraksi PPP dan Sekretaris Syaparudin mengkritik program Kaltim Cemerlang itu.<br /><br />Para politisi di DPRD Kaltim menunjukkan bahwa bukti program tersebut belum berjalan efektif, yakni F-PPP sekolah-sekolah di pinggiran dan pedalaman belum tersentuh.<br /><br />Hal lain yang mendapat sorotan, yakni belum ada kretaria keberhasilannya arau kegagalannya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















