Kaltim Gandeng Lippo Bangun Pusat Informasi Kebudayaan

oleh
oleh

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan pihaknya akan menggandeng Grup Lippo untuk membangun Pusat Keunggulan (center of excellence) Informasi Kebudayaan seiring telah dipercayanya daerah itu oleh pemerintah pusat. <p style="text-align: justify;"><br />"Lahan seluas 2 hektare di Jalan Perjuangan, Samarinda telah siap. Kita akan kerja sama dengan Lippo untuk merealisasikannya. Sistem kerjasamanya akan dibicarakan kemudian," katanya saat meninjau proyek pembangunan Convention Hall di Komplek Stadion Sempaja, Samarinda, Rabu.<br /><br />Kerja sama dengan Lippo akan dilakukan karena Badan Perpustakaan Kalimantan Timur (Kaltim) telah ditunjuk pemerintah pusat melalui Perpustakaan Nasional sebagai daerah dengan Pusat Keunggulan Informasi Kebudayaan untuk wilayah Kalimantan (Borneo).<br /><br />Penetapan Kaltim dan daerah lain sebagai Center of Excellent kebudayaan lokal merupakan implementasi dari inisiatif pembangunan World Digital Library (WDL) yang dibahas Badan Dunia Bidang Kebudayaan dan Pendidikan (Unesco) Expert Meeting on the World Digital Library.<br /><br />Perpustakaan Pusat menunjukan Kaltim sebagai Pusat Informasi wilayah Borneo karena kemampuan Perpustakaan Kaltim mengembangkan sistem digital dalam pelayanan keperpustakaannya yang dilakukan sejak Mei 2010, sehingga pada tahun itu juga Kaltim ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Informasi Kebudayaan.<br /><br />Alasan lain penunjukkan Kaltim karena kesiapan sarana dan prasarana pendukung, seperti kesiapan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, kesiapan Sumberdaya Manusia (SDM) dan kecenderungan perpustakan manual beralih kepada perpustakaan digital.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim Sri Sulasmi Retno mengatakan, proses perencanaan pembangunan gedung untuk Center of Excellent dan Perpustakaan di Jalan Perjuangan, Samarinda, hampir dirampungkan.<br /><br />Dipilihnya Jalan Perjuangan sebagai lokasi pembanguna gedung perpustakaan baru, karena untuk menjangkau pengunjung perpustakaan yang saat ini sebagian besar adalah mahasiswa, yakni mencapai 75 persen dari rata-rata 1.500 pengunjung per hari.<br /><br />Di dalam gedung tersebut, selain akan digunakan sebagai pusat layanan informasi budaya Borneo juga akan ada ruang khusus untuk memajang (display) atau informasi fisik yang berhasil dihimpun oleh tim.<br /><br />Pembangunan gedung baru yang lebih representatif dimaksudkan untuk dua hal, yakni untuk meningakatkan pelayanan bidang perpustakaan dan untuk mendukung keputusan pemerintah pusat pada 2010 lalu, yakni menunjuk Kaltim sebagai Center Of Excellent untuk memberikan layanan informasi semua kebudayaan yang ada di seluruh Kalimantan. (das/ant)</p>