Pemprov Kaltim sedang gencar menyelamatkan hutan mangoreve yang tersebar di Delta Mahakam dan sejumlah kawasan pesisir pantai. <p style="text-align: justify;">Gerakan penyelamatan mangrove itu dilakukan mengingat kerusakan mangrove di derah tersebut sudah cukup parah sehingga perlu pembenahan, kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Jumat.<br /><br />"Kerusakan kawasan hutan manggrove di Provinsi Kaltim yang diakibatkan banyak faktor sudah mencapai 75 persen, atau sebanyak 685.277 hektare," ujarnya.<br /><br />Menurutnya, total luas hutan mangrove di Kaltim mencapai 883.379 hektare. Dari luasan itu, sejumlah 6855.277 mengalami kerusakan. Rinciannya adalah, seluas 329.579 hektare rusak berat, dan yang seluas 328.695 hektare rusak sedang.<br /><br />Sementara mangrove dengan kondisi baik hanya sekitar 225.105 hektare, atau hanya terdapat 25,48 persen yang masih terjaga kelestariannya, sementara yang hampir 75 persen terjadi kerusakan sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia.<br /><br />Khusus mangrove di Delta Mahakam diperkirakan terdapat hutan mangrove seluas 150.000 ha dari total luas hutan mangrove di Kaltim.<br /><br />Penyelamatan ekosistem di kawasan pesisir harus dilakukan karena hutan mangrove, termasuk yang berada di Delta Mahakam dikenal sebagai salah satu ekosistem penting dalam satu siklus kehidupan bagi manusia dan lingkungannya.<br /><br />Penyelamatan mangrove merupakan suatu keharusan, jika tidak segera direhabilitasi akan berdampak pada terganggunya ekosistem kawasan pesisir, sedangkan dampak negatif dalam jangka jangka panjang dan lebih luas akan dirasakan masyarakat banyak.<br /><br />Di antara upaya penyelamatan yang dilakukan adalah, penanaman kembali hutan mangrove secara bertahap. Selain dilakukan oleh Pemprov Kaltim, juga menggandeng sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, termasuk perusahaan pertambangan dan migas, yakni melalui program bantuan sosial perusahaan atau yang dikenal CSR.<br /><br />Saat ini, telah ada jutaan pohon mangrove dengan berbagai jenis telah tertanam di sejumlah kawasan pesisir pantai dan delta, diharapkan akan ada lagi jutaan mangrove yang akan terus ditanam.<br /><br />Total pohon yang telah ditanam dalam mendukung Program Kaltim Hijau adalah, sebanyak 20 juta pohon. Capaian penanaman ini telah melebihi target yang ingin dicapai, karena pada 2011 hanya menargertkan tertanam 18,5 juta pohon.<br /><br />Menurut Awang, program Kaltim Hijau layak mendapat dukungan karena program ini awal dari proses pelaksanaan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan, terutama dengan basis tata kelola pemerintahan yang berwawasan lingkungan.<br /><br />Kaltim juga telah membuat kemajuan dalam perubahan tata kelola, di antaranya telah membentuk Dewan Perubahan Iklim di tingkat provinsi.<br /><br />Tugas dewan itu akan mewadahi, mengkoordinasikan dan mendukung semua hal yang berhubungan dengan inisiatif perubahan iklim dalam perkembangan saat ini.<strong> (das/ant)</strong></p>















