Kaltim Kembangkan Tanaman Jelai Untuk Diversifikasi Pangan

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan berupaya mengembangkan budi daya tanaman jelai (Hordeum vulgare) sebagai bagian dari program diversifikasi pangan di daerah setempat. <p style="text-align: justify;">"Kami sudah berkomitmen untuk konsumsi karbohidrat masyarakat tidak semata dari beras (nasi), tetapi juga pangan lokal lainnya," kata Kepala BKPP Kaltim Fuad Asaddin dalam penjelasan tertulis di Samarinda, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan upaya pengembangan tanaman jelai yang merupakan anggota suku padi-padian tersebut dilakukan di demplot Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Muara Badak, Kutai Kartanegara, pada lahan seluas satu hektare.<br /><br />Selain itu, di BP3K Loa Kulu, Kutai Kartanegara, juga melakukan hal serupa pada lahan yang lebih luas yakni sekitar empat hektar.<br /><br />&quot;Diversifikasi pangan yang dicanangkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan konsumsi karbohidrat masyarakat yang bersumber dari beras. Sementara produksi beras masih terbatas bahkan harus mendatangkan dari luar, termasuk Kaltim," ujarnya.<br /><br />Menurut Fuad, konsumsi pangan masyarakat Kaltim untuk karbohidrat dari beras sekitar 113 kilogram per orang setiap tahun, sehingga pengembangan tanaman lokal seperti jelai diharapkan menjadi sumber karbohidrat alternatif.<br /><br />"Selain jelai, banyak komoditas lokal lainnya yang bisa dijadikan pangan alternatif dan sumber karbohidrat, seperti ubi jalar, singkong, sukun, dan labu," tambahnya.<br /><br />Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat Provinsi Kaltim masih kekurangan sekitar 127.000 ton beras siap konsumsi untuk memenuhi permintaan masyarakat setempat.<br /><br />"Kaltim masih mendatangkan beras dari luar daerah. Jumlah daerah atau sentra produksi terus mengalami penurunan luasan kawasan. Belum lagi dampak musim kemarau, tentu akan berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan beras," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, beberapa waktu sebelumnya.<br /><br />Untuk itu, menurut gubernur, diversifikasi dan pengembangan pangan lokal merupakan salah upaya untuk mewujudkan ketersediaan pangan bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup, dengan mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merata serta harga terjangkau.<br /><br />Sementara itu, Kepala BKPP Kutai Kartanegara Sudiro mengatakan tanaman jelai sangat potensial dikembangkan di daerahnya, karena lahan kering cukup luas dan tersebar di berbagai kecamatan jika dibandingkan lahan basah.<br /><br />"Pengembangan tanaman jelai spesifikasi tumbuhan lahan kering, sehingga tidak akan mengganggu lahan persawahan untuk tanaman padi, tetapi akan saling melengkapi," jelasnya. (das/ant)</p>