Kaltim Masih Kekurangan 69.551 Ton Beras

oleh

Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Kaltim mengaku di daerah itu masih kekurangan sebanyak 69.551 ton beras untuk mencukupi kebutuhan lokal sehingga jumlah yang kurang itu harus didatangkan dari luar daerah. <p style="text-align: justify;">"Jumlah penduduk Kaltim 3.63.378 jiwa dengan konsumsi per orang sebanyak 113 kilogram (kg) per tahun, sedangkan produksi beras baru mencapai 346.771 ton beras, sehingga masih kurang 69.551 ton," ujar Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kaltim H Ibrahim di Samarinda, Jumat.<br /><br />Menurutnya, beras siap konsumsi yang dihasilkan para petani lokal sebanyak itu dihitung dari produksi padi Kaltim 2011 yang sebanyak 552.616 ton Gabah Kering Giling (GKG).<br /><br />Jika GKG itu dikonversi menjadi beras, maka akan menghasilkan sebanyak 346.771 ton beras siap konsumsi. Ini berarti Kaltim masih kekurangan sebanyak 16,70 persen beras untuk memenuhi kebutuhan lokal.<br /><br />Terkait dengan masih tingginya kekurangan beras tersebut, maka pihaknya telah berupaya melalukan beberapa cara, tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi dan produkstivitas padi oleh petani.<br /><br />Selama ini, lanjutnya, produktivitas padi rata-rata di Kaltim baru mencapai 4,5 ton GKG per hektare per tahun. Jika lahan yang digarap petani itu dioptimalkan, maka diyakini akan mampu menghasilkan padi mencapai 5,5 ton GKG per hektare per tahun.<br /><br />Berbagai cara yang ditempuh untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi itu antara lain dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian, seperti hand tarktor, pompa air untuk pengairan sawah, dan sejumlah mesin lain yang dapat mempermudah kerja petani.<br /><br />Di sisi lain, pihaknya juga memberikan bantuan pupuk, bibit unggul, penanggulangan hama, dan obat-obatan pembasmi hama. Berbagai bantuan itu diberikan melalui kelompok tani.<br /><br />Upaya lain yang dilakukan adalah, pada 2012 Kaltim melakukan pencetakan sawah baru seluas 4.500 hektare agar ke depan produksi padi Kaltim dapat meningkat.<br /><br />Jumlah sawah ribuan hektare yang baru dicetak tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, di antaranya di Kutai Barat seluas 2.000 hektare, di Bulungan 500 hektare, dan di Kutai Kartanegara seluas 500 hektare. <strong>(das/ant)</strong></p>