Kaltim Optimalkan Komoditas Unggulan Menjadi Ikon Daerah

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya mengoptimalkan komoditas unggulan di daerah agar mampu menjadi ikon daerah agar orang yang datang ke Kaltim ingat dengan komoditas unggulan di daerah setempat. <p style="text-align: justify;">"Salah satunya buah naga yang subur ditanam di Kota Balikpapan dan Tenggarong," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim, Dwi Nugroho Hidayanto di Samarinda, Jumat.<br /><br />Produk tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui hilirisasi produk, sehingga komoditas unggulan Kaltim dapat dikenal hingga ke mancanegara, katanya.<br /><br />Komoditas seperti buah naga ini memang sangat banyak di Kaltim.<br /><br />Hanya saja, yang terpenting dalam pengembangan komoditas unggulan ini adalah bagaimana pengembangan hilirisasinya. Termasuk ke urusan kemasan untuk produk olahan yang siap dinikmati. Karena itu, pertemuan keilmuan dan penelitian tentang pengembangan sektor ekonomi yang potensial terus dilakukan, kata Dwi Nugroho.<br /><br />Dengan adanya komoditas unggulan tersebut, diharapkan ke depan daerah ini mampu mengoptimalkan komoditas yang ada, sehingga mampu menjadi ikon daerah. Komoditas unggulan tersebut diharapkan ke depan dapat menjadi bahan olahan, contohnya sirup, kripik maupun dodol dari komoditas unggulan yang dimiliki daerah, katanya.<br /><br />Dia mengatakan banyak produk unggulan yang telah menjadi bahan jadi, seperti amplang dan bawang tiwai yang sudah sejak lama menjadi kebanggaan masyarakat Kaltim. Namun demikian, hal itu tentu dapat dikembangkan menjadi produk berkualitas, asal didukung dengan teknologi yang modern.<br /><br />Pengembangan komoditas ini harus berbasis penelitian. Dari penelitian yang dilakukan dapat mewujudkan rekomendasi dan mendukung pemerintah dalam mengembangkan komoditas unggulan di daerah. Artinya, ada kebijakan yang ditetapkan pemerintah untuk pengembangan komoditas di daerah ini, kata Dwi Nugroho.<br /><br />Pengembangan tersebut tentu terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) melalui pengembangan kawasan industri di daerah, mulai Kawasan Industri Kariangau (KIK) Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Kutai Timur.<br /><br />Sesuai komitmen Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dan Wagub Mukmin Faisyal bahwa Kaltim akan berkembang lebih maju jika kawasan industri juga semakin baik. Karena, dengan pengembangan kawasan itu potensi yang ada di daerah dapat diolah di industri tersebut.<br /><br />"Karena itu ke depan kita tidak akan lagi mengirim bahan mentah keluar. Tapi bahan yang sudah jadi atau olahan," kata Dwi Nugroho. (das/ant)</p>