Kaltim Siap Gelar Lomba Debat Bahasa Indonesia

oleh
oleh

Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim bersiap menggelar Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) jenjang SMA dengan peserta dari kabupaten dan kota se-Kaltim, sehingga juara pertamanya akan mewakili Kaltim mengikuti lomba di tingkat nasional. <p style="text-align: justify;">"LDBI Tingkat Provinsi Kaltim rencananya digelar pada 12-14 Maret di Samarinda, sedangkan LDBI Tingkat Nasional direncanakan pada 27 April hingga 3 Mei 2015," ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Dinas Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) Deslan Nispayani di Samarinda, Selasa.<br /><br />Hingga saat ini lanjut dia, panitia masih menunggu kepastian dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim yang menyatakan siap mengikuti LDBI. Direncanakan LDBI Tingkat Kaltim akan dipusatkan di Gedung Guru, Jalan Harva, Samarinda.<br /><br />Tujuan lomba ini di antaranya untuk memperluas wawasan siswa SMA agar terbiasa berpikir kreatif dan analitis, mampu bersaing secara kompetitif, berkomunikasi secara efektif.<br /><br />Kemudian mampu menyampaikan argumentasi di depan publik dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang efektif, sehingga pemikiran para siswa SMA dapat dikomunikasikan dengan baik dan diterima masyarakat luas.<br /><br />Selain itu, mereka juga akan memiliki toleransi yang tinggi mengenai perbedaan pendapat, karena dalam lomba debat ini peserta wajib menghormati pendapat orang lain.<br /><br />Rasa menghargai pendapat orang lain ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sejak usia sekolah mereka sudah mampu menyampaikan pendapat dan menghorgai pendapat dalam kehidupan demokratis.<br /><br />Apalagi disadari bahwa dalam kehidupan tedapat banyak kompetensi atau keterampilan untuk bersosialisasi, di antara sekitar 10 komptensi tersebut yang nomor satu adalah kompetensi berkomunikasi.<br /><br />"Melalui lomba debat ini diharapkan dapat menumbuhkan perkembangan budaya positif dan sikap hidup unggul berprestasi bagi siswa, baik keunggulan mental, keunggulan motivasi, dan keunggulan kompetitif. Lomba juga diharapkan dapat menjauhkan perbuatan negatif siswa," ujar Deslan. (das/ant)</p>