Kaltim Siap Hadapi Pasar Bebas Asean

oleh

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan Kaltim siap menghadapi ASEAN Economic Community atau era pasar bebas negara-negara ASEAN yang mulai berlaku pada 2015. <p style="text-align: justify;">"Saya yakin Kaltim siap menghadapi AEC 2015 karena kebijakan pembangunan selama ini memang diarahkan untuk mempersiapkan masyarakat Kaltim menghadapi serbuan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau AEC," katanya di Samarinda, Rabu.<br /><br />Pada 2015, kawasan ASEAN akan menjadi pasar terbuka berbasis produksi sehingga aliran barang, jasa, orang, dan beragam investasi akan bergerak bebas pada era tersebut.<br /><br />Guna mempersiapkan diri di era itu, tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif yang berbeda antara negara ASEAN yang akan berpengaruh menentukan manfaat AEC 2015.<br /><br />Menurutnya, kerja sama negara-negara ASEAN selama ini sudah berkembang baik, terlebih setelah diberlakukannya Piagam ASEAN 2008 dan disepakatinya pembentukan AEC 2015.<br /><br />Hal ini dapat memberikan peluang sekaligus menjadi tantangan yang harus disikapi dengan baik agar Indonesia tidak tersisih atau hanya menjadi penonton dari berbagai aktivitas kerja sama antarnegara-negara di ASEAN.<br /><br />Bagi Kaltim lanjut dia, AEC harus disambut positif karena akan memberikan dampak yang sangat luas bagi peningkatan pembangunan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.<br /><br />Kesiapan Kaltim dalam menghadapi AEC 2015 juga tercermin selama ini yang selalu aktif terlibat kerja sama dengan negara-negara di ASEAN, khususnya yang terkait dengan bidang politik, keamanan, ekonomi, bidang sosial dan budaya.<br /><br />Di sisi lain, Pemprov Kaltim menyadari adanya dinamika di negara-negara kawasan ASEAN yang berlangsung sangat cepat. Untuk menyikapinya, mau tidak mau mengharuskan negara-negara di kawasan ASEAN tanggap dalam pengambilan keputusan demi memperkuat posisi masing-masing Negara.<br /><br />Dalam menghadapi pasar bebas tersebut, pihaknya juga telah mempersiapkan pembagian tugas antara pemerintah dan pemangku kepentingan lain. Masing-masing pihak harus siap menghadapinya demi tetap memperoleh keunggulan kompetitif.<br /><br />"Pembagian tugas harus jelas antara pemerintah dan pemengku kepentingan terkait peningkatan daya saing daerah di tengah melimpahnya keunggulan komperatif berupa SDA yang dimiliki Kaltim," katanya.<br /><br />Di antara pembagian tugas itu adalah mengenai tanggung jawab membangun jalan, pelabuhan, listrik, telekomunikasi, dan irigasi karena semua berkaitan dalam pengembangan komoditi unggulan.<br /><br />Di sisi lain, Pemprov Kaltim juga telah mempersiapkan SDM andal agar masyarakat mampu bersaing dengan SDM dari berbagai negara ASEAN. Peningkatan SDM tersebut juga akan terus dilakukan dari tahun ke tahun.<br /><br />Untuk itu, perguruan tinggi harus menjadi mitra strategis pemerintah, yakni dalam perannya memberikan pendidikan berkualitas bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing. <strong>(das/ant)</strong></p>